Larangan Merokok Harus Dibarengi Pembuatan Tempat Khusus Merokok

STOPPRESS MP - Larangan Merokok Harus Dibarengi Pembuatan Tempat Khusus Merokok / MP - adyt STOPPRESS MP - Larangan Merokok Harus Dibarengi Pembuatan Tempat Khusus Merokok / MP - adyt

STOPPRESS MP, UNPAR – Terkait dengan surat edaran rektor tentang imbauan larangan merokok di kampus, Andrew Renaldy selaku presiden mahasiswa mengatakan langkah ini harus dibarengi dengan pembuatan tempat khusus merokok.

“Saya setuju jika Unpar bebas rokok, tapi tetap harus ada smooking area-nya. Harus dibuat tempat khusus merokok sesuai yang diatur dalam PP (Peraturan Pemerintah-red)”, ujar Andrew ketika ditemui di depan sekretariat Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) hari Jumat (25/10). PP yang dimaksud adalah PP no 109 tahun 2012 yang dijadikan dasar pengeluaran surat edaran rektor tersebut.

Dalam Pasal 51 ayat 1 peraturan tersebut diatur bahwa larangan merokok di tempat umum harus dibarengi dengan pembuatan tempat khusus merokok. Diterangkan juga dalam ayat 2 bahwa tempat khusus merokok harus merupakan ruang terbuka yang berhubungan dengan udara bebas. Adapun tempat umum yang dimaksud sebelumnya meliputi tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, tempat bermain anak, tempat proses belajar mengajar dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Tempat seperti Wind Tunnel dan Rooftop bisa dijadikan alternatif sebagai tempat khusus bagi mereka yang ingin merokok”, ujar Andrew. Dirinya juga beralasan bahwa budaya merokok di Unpar masih tinggi sehingga sulit untuk menerapkan larangan tersebut sekaligus.

Adapun rekotorat telah menegaskasn sebelumnya bahwa tidak akan ada tempat khusus merokok. Robertus Wahyudi Triweko selaku rektor Unpar mengatakan bahwa kemungkinan tidak akan disediakan smooking area ketika aturan ini mulai diterapkan. “Bagi yang ingin merokok silahkan di luar kampus , tapi kalau di dalam, mari bersama-sama mewujudkan Unpar yang bersih asap rokok”,  kata Triweko.

Michael Alexandre, seorang mahasiswa Manajemen angkatan 2011 mengatakan bahwa smoking area bisa dijadikan langkah dari rektorat untuk tetap menjaga produktifitas mahasiswa. “Bisa disediakan smoking room sih, jadi  yang ingin merokok bisa ke sana sebentar, setelah itu baru kita bisa ngelanjutin kegiatan kita lagi”, ujar mahasiswa yang mengaku sebagai perokok aktif ini.

Menurut Andrew pihak LKM akan mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak rektorat agar nantinya disediakan tempat khusus untuk mereka yang ingin merokok di dalam kampus. “Setelah itu, kita juga akan ikut melakukan sosialisasi aturan ini kepada mahasiswa,” katanya.

Unpar akan menerapkan imbauan larangan merokok ini mulai hari Senin, 28 Oktober 2013, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Rektorat mengatakan momentum ini diambil  agar mahasiswa Unpar memiliki semangat dan tekad yang sama seperti  Sumpah Pemuda untuk terbebas dari asap rokok.

ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top