Lady Bird : Kisah Pendewasaan Remaja yang Sarat Makna Keluarga

dok./junkee.com

Lady Bird merupakan film pertama Greta Gerwig sebagai sutradara sekaligus penulis. Film ini mendapatkan berbagai pujian di mana-mana. Di situs agregator Rotten Tomatoes, Lady Bird mendapatkan rating 99% (bahkan sempat menggeser Toy Story 2). Tak lupa ia mendapat 5 nominasi di ajang Oscar, termasuk kategori Best Picture. Cukup luar biasa untuk sebuah film bertemakan coming of age.

Film coming of age adalah film yang umumnya menceritakan kisah hidup tentang seorang remaja yang beranjak dewasa. Namun, saat seseorang sudah tidak lagi anak-anak/remaja, ia ternyata masih belum memahami apa itu menjadi dewasa dan jalan hidup yang harus ia lalui. Dengan pola demikian seringkali, film dianggap cetek secara jalan cerita.

Ada banyak film coming of age sebelumnya. Film-film John Hughes seperti The Breakfast Club, atau Pretty in Pink dengan mudah muncul di ingatan, tetapi tidak ada yang berhasil menceritakan kehidupan seorang remaja dalam perspektif perempuan sebaik Lady Bird.

Mudah bagi film coming of age terjebak dalam klise, seperti umumnya berakhir dengan pertemuan dengan pujaan hati, di mana sosok perempuan hanya menjadi sosok objek yang diinginkan. Namun, Gerwig menghadirkan sosok Christine McPherson (Saoirse Ronan) sebagai tokoh utama, dan hubungannya dengan ibunya, Marion McPherson (Tracy Metcalf), sebagai kisah sentral dalam film ini. Meski demikian tentu ada kisah percintaan, bahkan dengan 2 orang, tapi itu tidak menjadi kisah utama yang membentuk seorang sosok Christine dalam perjalanan hidupnya.

Christine McPherson adalah seorang remaja yang tengah menjalani masa SMA tingkat akhir. Di masa itu, ia pun kerap disibukkan dengan memilih harus masuk ke universitas mana. Ia sangat ingin berkuliah di New York yang dianggap sebagai pusat budaya dan segera enyah dari kota ia berasal, Sacramento.

Selain itu, ia juga bersikeras untuk dipanggil sebagai Lady Bird karena ia tidak senang dengan nama pemberian orang tuanya, Christine. Hubungan ia dengan ibunya tidaklah mulus-mulus saja. Mereka berdua adalah sosok berkarakter kuat yang tidak mau mengalah.

Saya sangat dikagumkan dengan tiap karakter yang ada di film ini. Mereka begitu kuat. Tidak ada karakter satu dimensional, tiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing dan dengan penjelasan yang masuk akal. Hebatnya semua muncul dalam 1.5 jam film ini. Seperti sang ibu yang berusaha keras (bekerja 2 shift), memiliki standar tinggi, dan bersikap keras kepada Christine. Hal itu disebabkan karena ibu dari Marion adalah seorang alkoholik yang tidak peduli dengannya. Christine pun seorang keras kepala yang menginginkan apa yang ia inginkan, tapi di saat yang sama, ia pun ingin memuaskan sang ibu, memenuhi standar tinggi yang diberikan Marion kepada anaknya.

Satu adegan paling menarik adalah ketika suster di tempat Christine bersekolah mengatakan kepada Christine bahwa Christine sebenarnya sangat mencintai Sacramento. Hal ini ditunjukkan melalui esai untuk masuk kuliah yang ditulis oleh Christine. Christine menjawab bahwa ia memang selama ini memperhatikan Sacramento. Dan dibalas oleh suster itu bahwa mungkin tidak ada perbedaan antara cinta dan perhatian. Hal ini juga yang meliputi hubungan Christine dan ibunya. Mereka sering beradu argumen, anaknya selalu salah. Namun hal ini menunjukkan bahwa sang ibu menyayangi Christine dengan bentuk perhatian yang sangat besar, walau seringkali ia gagal menyampaikan bentuk kasih sayang itu dalam bentuk kata-kata.

Dialog antar karakter pun sangatlah cerdas, berbagai drama dan komedi tercipta darinya. Hal ini sangatlah wajar karena Gerwig bukanlah sosok baru di dunia perfilman. Namanya sering dikaitkan dengan film-film mumblecore karena keterlibatannya di film seperti Frances Ha, Mistress America, dan Greenberg.

Diperankan dengan sangat apik oleh tiap aktor dan aktris di dalamnya, film ini berhasil menunjukkan esensi dari remaja yang ingin menjadi dewasa. Adanya kepolosan, kenakalan, kebingungan, hingga perasaan kerinduan akan sesuatu yang tidak tahu apa itu. Lady Bird dapat membawa Anda tertawa terbahak-bahak, atau menangis tersedu. Film ini juga menunjukkan hubungan antara anak dan orang tua yang sangat spesifik. Mungkin tidak banyak dari kita yang dulunya merupakan siswi di sekolah katolik dengan ibu yang keras, dan ayah yang depresif serta kakak laki-laki goth, namun hal yang spesifik seperti itu justru mengingatkan akan hubungan kita dengan keluarga masing-masing.

 

Tentang Penulis :

Zico Sitorus

Hubungan Internasional 2013, dapat dihubungi di @zicositorus

*

*

Top