Kronologi Ricuh Fakultas Hukum

STOPPRESS, Unpar – Jumat sore (29/4) kericuhan terjadi di fakultas hukum, melibatkan para mahasiswa hukum. Kericuhan yang juga diwarnai oleh bentrokan fisik ini baru bisa tuntas diatasi pada pukul 02:00 dini hari. Senin (2/5) esok, pihak fakultas Hukum menjanjikan dibentuknya tim investigasi untuk menyelidiki insiden ini. Berikut hasil reportase langsung ditempat kejadian oleh Media Parahyangan.

17:00 Kampus Unpar tampak tenang. Pemilu Persatuan Mahasiswa telah usai sehari sebelumnya dan warga kampus nampak menjalani harinya seperti biasa. Tak terkecuali Fakultas Hukum, Pemilu kemarin berjalan dengan tertib., dan koridor yang beberapa hari sebelumnya penuh sesak oleh yel-yel dan antrian pemilih, kini relatif tenang. Meskipun begitu, terlihat ada sejumlah kerumunan mahasiswa di areal fakultas hukum. Mereka sedang membicarakan status blackberry messenger salah satu mahasiswa yang dianggap menyinggung oleh sejumlah pihak. Sementara itu, konsentrasi massa keduabelah pihak terpecah: sebagian berkerumun di areal koridor Fakultas Hukum, yang lainnya memenuhi tempat duduk dibawah pohon Gedung Pusat Kajian Humaniora (PKH).

17:15 Pembicaraan mengenai status Blackberry messenger yang dipermasalahkan semakin panas, massa yang semula berjauhan mulai berangsur-angsur mendatangi koridor hukum, tempat pembicaraan. Saling ejek dari keduabelah pihak semakin keras terdengar. Kata-kata kasar berbau SARA sempat terdengar.

17:20 Bentrokan fisik tak terhindarkan, petugas satpam sigap berdatangan menengahi massa. Tak sampai semenit, bentrokan fisik berhenti. Namun, setelah situasi sempat tenang, kembali terjadi saling ejek dan provokasi, kericuhan terulang kembali kendati tak terjadi bentrok lanjutan. Massa meluber hingga tangga yang mengarah ke Student Centre.

17:40 Salah satu dosen Fakultas Hukum, Teti Marsaulina turun untuk menengahi dua pihak yang sedang bertikai. Bentrokan akhirnya mereda.

18:20 Pihak-pihak yang terlibat kemudian masuk ke Gedung Fakultas Hukum untuk melakukan proses mediasi. Sementara itu kerumunan massa menyebar ke berbagai tempat.

19:15 Massa mulai berkerumun di beberapa titik sekitar kampus Unpar. Kerumunan massa terlihat di gedung PKH dan Sentra Kampus.

20:20 Teti Marsaulina ingin bertemu dengan pihak yang berada di areal Sentra Kampus.

21.00 Puluhan massa yang berada di areal Sentra kampus sempat bergerak ke gerbang masuk kampus Unpar. Tetapi massa yang diizinkan masuk hanya berjumlah belasan. Untuk mencegah masuknya massa selain sejumlah perwakilan yang diizinkan, para petugas Satpam menutup gerbang dan berjaga-jaga. Pertemuan dilakukan di selasar gedung rektorat depan kantor Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM).

21.30 Teti Marsaulina memberikan penjelasan langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan. Salah satunya dia akan menyarankan pada pihak yang berwenang untuk membentuk tim investigasi dilaksanakan terhitung hari senin esok hari. Teti pun menyebutkan bahwa saat itu ia belum bisa memberikan keputusan, “Siapa saya? saya bukan Dekan atau siapapun, saya tidak memiliki wewenang untuk memberikan keputusan” katanya menanggapi pertanyaan perwakilan massa yang tidak puas akan hasil mediasi.

23.00 Tepat setelah pertemuan usai, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum Joni Minulyo hadir di tempat. Proses mediasi kembali dilakukan di Gedung Fakultas Hukum. Namun, tetap tidak ditemukan jalan tengah. Situasi kembali mencekam. “Susah, semua saling bersikeras dengan versi masing-masing” tutur Dadan, Komandan Satpam yang ikut mengikuti jalannya mediasi. Beberapa unit mobil polisi nampak mulai terlihat didekat gerbang kampus Unpar.

Puluhan massa berkumpul di depan gerbang kampus Unpar. Gerbang kampus kembali ditutup oleh petugas keamanan. Sementara massa yang lain masih berada di sekitar Gedung PKH.

01.00 Massa diluar gerbang mulai berteriak-teriak, meminta massa didalam untuk keluar dan menemui mereka. Situasi semakin memanas. Perwakilan warga mulai berdatangan dan berkata bahwa warga mulai resah oleh keributan dan kerumunan massa di Jalan Ciumbuleuit. Tak lama, datang bantuan dari petugas kepolisian. Tak kurang dari 10 mobil polisi terparkir di depan Kampus Unpar. Semula hanya satuan dari Polsek Cidadap yang diturunkan, namun seiring eskalasi massa, Polrestabes Bandung turut menurunkan bantuan. “mereka (unit dari Polrestabes) ditelepon langsung dari Polsek” kata Suprapto, polisi yang berjaga disekitar gerbang kampus Unpar

Pihak-pihak yang berada di dalam Gedung Fakultas Hukum terpaksa keluar untuk turut menenangkan massa. Massa menuntut permintaan maaf atas penghinaan massa gedung Pusat Kajian Humaniora. Para utusan warga sekitar Unpar ikut masuk kedalam kampus untuk berdialog dengan massa gedung PKH. Tak lama berselang, beberapa massa dari sekitar Gedung PKH mulai berkerumun di depan pos Satpam.

Pihak massa yang berada di sekitar Gedung PKH kemudian bergerak ke depan gerbang kampus Unpar dan saling berhadapan dengan pihak massa  diluar kampus. Salah seorang perwakilan mulai berbicara melalui pengeras suara. Situasi mulai tenang.

Perwakilan yang berada di dalam kampus kemudian memberikan permohonan maaf, sesuai dengan tuntutan massa didepan gerbang yang semakin besar, hingga melewati jalur drop-zone dan memenuhi jalan raya. Ia pun mengingatkan akan pentingnya persaudaraan dan kesamaan diantara semuanya. “Kita disini semuanya satu” serunya, yang disambut dengan tepuk tangan dan sambutan massa diluar gerbang. Tak lama kedua belah pihak sepakat untuk tidak meneruskan pertikaian.

01.45. Massa berangsur-angsur membubarkan diri dengan tertib. Situasi yang panas sedari sore  pun usai.

(MF, EP)

Related posts

Top