KPUPM Adakan Forum Mahasiswa untuk Pemilu

Suasana Forum Mahasiswa KPUPM yang berlangsung di selasar GSG, Senin (9/3). Sumber: instagram.com/kpupm2015 Suasana Forum Mahasiswa KPUPM yang berlangsung di selasar GSG, Senin (9/3). Sumber: instagram.com/kpupm2015

STOPPRESS MP, UNPAR – Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Unpar mengadakan forum mahasiswa (forma). Sejumlah pengurus PM Unpar dari berbagai organisasi hingga mahasiswa umum memadati forum yang berlangsung di area Wind Tunnel pada tanggal 9 Maret 2015. Forum ini bertujuan untuk sosialisasi dan diskusi terkait perpanjangan waktu pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran Pemilu.

Selain sosialisasi perpanjangan masa pendaftaran, forum ini juga dilaksanakan berkaitan dengan adanya pasangan bakal kandidat calon presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa yang masih tunggal. “KPU Pusat memutuskan untuk memperpanjang proses pengambilan dan pengembalian formulir itu selama 5 hari,” ucap Marcella Fidelia selaku Ketua KPUPM pada saat forum berlangsung. Seperti yang telah disosialisasikan sebelumnya, batas akhir pengambilan dan pengembalian formulir PUPM diperpanjang sampai dengan hari Rabu 11 Maret 2015 pukul 17.00 WIB. Hal tersebut, disampaikan oleh Marcella, dilakukan karena KPU masih perlu menyusun rangkaian acara pemilu lain seperti seminar dan workshop bagi para calon pemimpin LKM, MPM, dan HMPS. “Selain mendengarkan aspirasi teman-teman, kita juga ingin mengajak teman-teman, yang sebenarnya ingin mendaftar tetapi masih memiliki kendala, untuk berpikir ulang, barangkali ada yang bisa kita bantu,” tambah mahasiswi jurusan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2012 ini.

Forum berlangsung efektif karena banyak dari para peserta yang menyampaikan usulan, pendapat maupun pertanyaan seputar pemilu periode kali ini. Sebagian besar berpendapat mengenai adanya calon tunggal. “Kalau dari saya sendiri, masalah adanya calon tunggal sebenarnya nggak terlalu berpengaruh asal calon yang nanti akan naik atau menjabat memiliki kompetensi yang cukup,” ujar Martinus Sentosa, mahasiswa dari program studi Manajemen. Mahasiswa angkatan 2011 ini juga mengusulkan, melalui forum, apabila betul-betul hanya ada calon tunggal maka tidak perlu ada pemilihan.Tetapi kandidat harus betul-betul di tes, dan jika lolos, ia harus benar-benar mencoba mengenal masyarakat Unpar. “Daripada menghabiskan dana yang besar untuk melakukan pemilihan tapi ternyata akhirnya ada masalah seperti tahun lalu,” tambahnya.

 

HILMY MUTIARA

Related posts

*

*

Top