KPU-PM Sempat Tolak Forum Terbuka

STOPPRESS MP, UNPAR – Sebelum diadakannya forum komunikasi dengan tim sukses Danger dan Bioree serta mahasiswa pada hari rabu (1/5), Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPU-PM) Unpar selaku penyelenggara sempat menolak mengadakan forum terbuka bagi mahasiswa.

“Saya mewakili KPU ingin mengumumkan keputusan KPU bahwa yang akan mendapatkan pertanggung jawaban atau penjelasan hanya orang-orang yang ada di belakang Bioree dan Danger”, ujar Finka Hendratantular selaku ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa di hadapan para mahasiswa dan tim sukses yang telah berkumpul di depan sekretariat MPM.

Pada hari itu memang KPU-PM bermaksud mengadakan forum komunikasi berkaitan dengan gugatan yang dilayangkan tim sukses Danger dan Bioree kepada KPU-PM pada hari jumat (26/4). Dalam gugatan tersebut, KPU diminta mengadakan forum terbuka untuk mahasiswa dalam menanggapi isi gugatan, namun KPU hanya bersedia forum dihadiri oleh pihak-pihak yang menandatangani surat gugatan saja. Pernyataan KPU tersebut langsung menuai perlawanan dari mahasiswa yang hadir.

David Christian, salah seorang Capresma yang menggugat KPU langsung menyambar, “Ini orang-orang yang tanya sama kita semua, semua teman-teman kami di sini yang menanyakan. Mereka bilang saya harus tahu dari produsen , bukan dari konsumen”. “ketika tidak ada hal yang kita tutup tutupi untuk apa kita takut. Ini miskomunikasi dan inkosistensi terus menerus terjadi bahkan sampai saat ini, dan ini semua (mahasiswa-red) yang mempertanyakan”, ujar David lantang.

KPU sendiri beralasan bahwa seandainya para mahasiswa Unpar ingin tahu, pihaknya mempunyai regulasi yang benar melalui forum-forum komunikasi antar lembaga seperti himpunan, Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) dan MPM sendiri. “Kalau mahasiswa ingin tahu, bisa menanyakannya pada ketua himpunan atau ke LKM misalnya”, ujar Eduard Derry, ketua komisi Litbang MPM.

Andrew Ryan Sinaga, selaku presiden mahasiswa periode 2012-2013 yang turut hadir angkat bicara, “Ini semua ga ada yang ditutup tutupin kan? Jadi santai aja kan. Kita di sini bukan mau ngebakar sesuatu juga kok”. “ga ada yang mau rusuh kan? Kita semua hanya minta penjelasan. Hanya mau minta bergargumentasi secara logis”, tegasnya kemudian.

Pada saat itu Chandra selaku ketua KPU masih berada di dalam sekretariat MPM. Mahasiswa yang hadir mendesak Chandra untuk memberikan penjelasannya. Katherine, sekretaris jendral MPM mewakili Chandra mengatakan, “Itu best offer kita, karena ga semua mahasiswa Unpar ada di sini. kalau ga ada kesepahaman mungkin dengan berat hati kita batalkan forum ini.

Ketika keluar menemui mahasiswa yang berkumpul Chandra mengatakan hal serupa, “Kita menganggap ini tidak efisien”. Mendengar pernyataan tersebut mahasiswa yang hadir langsung bereaksi. Bobby (FH Unpar 2009) mengatakan,” kenapa harus tertutup? Alasannya apa? Kalau alasannya masuk akal ya kita terima, kalau ga ya timbul pertanyaan baru, ada apa dengan MPM? Kita sama sama bayar loh kuliah disini.”

Dalam perundingan yang semakin alot tersebut, kemudian muncul opsi bahwa semua mahasiswa dapat hadir namun ditunjuk juru bicara dari kedua belah pihak untuk mewakili aspirasi mahasiswa. KPU yang kembali berunding di dalam sekretariat MPM akhirnya memutuskan Forum digelar terbuka bagi mahasiswa namun dengan diangkat juru bicara.

(Charlie)

Related posts

*

*

Top