Konser Awaken, Bentuk Kebangkitan Generasi Baru PSM

Konser Awaken PSM Unpar. dok./MP

STOPPRESS, MP – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melaksanakan konser internal ke-23 bertajuk Awaken pada Minggu (6/5) lalu. Konser Awaken merupakan bentuk dari kebangkitan generasi-generasi baru PSM Unpar.

Konser Awaken ini dipandu oleh empat konduktor, Christo Mario, Alfonsus Albert, Fridolin Maria Alvina Satopoh, dan Albertus Kristanto yang merupakan mahasiswa Unpar.

“Tiap tahun memang seperti itu. Konduktor dipilih dari mahasiswa karena ingin mengembangkan bibit-bibit unggul.” kata Albertus. Ia juga menjelaskan bahwa konser Awaken merupakan bentuk dari kebangkitan generasi-generasi baru.

Selama pertunjukan, konser yang sudah dipersiapkan sejak bulan Januari ini berhasil menyita perhatian penonton lewat atmosfir yang diciptakannya. “Aku suka banget waktu mereka nyanyi di babak dua sesi pertama. Cuman pas medley lagu Les Miserables, penyanyinya sering pindah posisi. Padahal kan itu engga ada jedanya. Jadi agak mengganggu. Tapi tetap bagus kok Awaken,” kata Gabriella Carmen (HI 2016) yang hadir menyaksikan konser pada saat itu.

Selain itu apresiasi penonton juga terlihat di akhir sesi dua dengan meneriakkan “We want more!” berulang kali sebagai unjuk kesenangan mereka dari penampilan yang sudah disajikan. Chorister pun menyanyikan dua lagu lagi untuk menutup rangkaian konser ini.

Albertus selaku salah seorang konduktor menyatakan sangat gembira ketika diminta encore “Kita sudah siapkan lagu-lagu untuk itu. Lagu pertama, Make Our Garden Grow itu untuk klasik-klasiknya. Lalu ditutup dengan The Greatest Show. Ini sengaja biar meriah banget,” tutur Albertus.

Selain itu, Albertus juga menambahkan bahwa dalam konser ini, mereka turut membawakan dua lagu yang akan ditampilkan pada saat kompetisi di Latvia tahun ini. “Kita bawain dua lagu yang nanti dinyanyikan juga pas kompetisi. Yang pertama itu Paris Barantai aransemen Ken Steven, sama Exultate Deo aransemen Budi Susanto Yohanes. Lagunya bagus banget dua-duanya. Dinamikanya bagus,” ucap Albertus.

Konser Awaken yang dilaksanakan di Aula Pascasarjana Unpar ini dibagi menjadi dua sesi dimana masing-masing sesi terdapat dua babak. “Kalau sesi pertama itu introduksi sama lagu-lagu kontemporer. Tujuannya ingin membuat kesan choir banget. Setelahnya ada folklore dan medley dari musikal, jadi memang agak lebih ringan,” ujar Albertus Kristanto selaku konduktor dari konser internal Awaken ini.

Sesi pertama memiliki dua babak, yaitu English Madrigals dan Contemporary Works. Sementara sesi kedua berisikan lagu-lagu folklore dan medley dari musikal Les Miserables.

ERIANA MARTA ERIGE

 

Related posts

*

*

Top