Kondisi Gedung 10 Masih Kurang Terawat

STOPPRESS, UNPAR – Jum’at (28/10) “Hambur, pemadamnya gak kepakai”, ungkap Tobok, mahasiswa Unpar yang merasa pemadam di gedung 10 seakan kurang efektif dan efisien. Bahkan setelah gedung 10 menggunakan AC, exhaust fan yang tidak terpakai seakan terbengkalai. “Saya sih menyarankan exhaust fan nantinya bisa dipakai lagi kalau Unpar mau bangun gedung baru lagi. Jadi engga usah beli-beli lagi.” jelasnya.

Gedung 10, tempat kuliah bagi beberapa mahasiswa Unpar dari Fakultas Teknologi Industri (FTI), Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS), dan kuliah umum humaniora, kondisinya sampai saat ini masih kurang diperhatikan. Padahal gedung 10 merupakan gedung yang masih baru dibangun dibandingkan gedung lain yang ada di Unpar. Gedung 10 juga merupakan tempat kuliah bagi mahasiswa FTI yang concern dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), juga ergonomis. Beberapa sisi dari gedung 10 banyak yang masih terbengkalai. Diantaranya pemadam otomatis yang masih terbungkus sehingga tidak berfungsi, langit-langit yang berjamur bahkan ada yang berlubang, serta tanda emergency exit yang salah penempatannya, sangat menyalahi aturan K3.

Beberapa mahasiswa menyarankan agar gedung 10 ditambah kursi yang ergonomis. Daniel, mahasiswa Unpar, berpendapat, “Di depan kelas harusnya kursi nempel di tembok, biar orang gak duduk nunggu di lantai.” Daniel juga berpendapat bahwa kursi di dalam kelas tidak ergonomis sehingga membuat yang duduk merasa pegal. “Kursi tingginya beda-beda, gak sesuai sama ergonomis.” Ujar Rildo, mahasiswa lain yang juga sependapat dengan Daniel.

Ridlo juga mempertanyakan sinyal wi-fi di gedung 10 yang seringkali tidak dapat dijangkau, baik oleh komputer jinjing maupun ponsel. “Di gedung 10, wi-fi- nya kurang merata.” Ujar Rildo.

Noorhan Pambudi / Yusti Hasniyah

Related posts

*

*

Top