Komunitas Parkour : Bukan Sekedar Menghindari Rintangan

STOPPRESS MP ,UNPAR  – Selalu ada cara untuk menghindari rintangan. Setidaknya bagi komunitas Parkour Universitas Katolik Parahyangan. Komunitas yang dibentuk pada 20 agustus 2009 ini masih tetap eksis melakukan kegiatanya. Komunitas ini ingin memperkenalkan kepada mahasiswa UNPAR bahwa Parkour bukan olahraga yang ekstrim.

Setiap 3 kali seminggu  komunitas ini berlatih. Biasanya mereka berkumpul di rooftop gedung 10 setiap hari senin, selasa, dan jumat pada pukul 15.00 sampai matahari terbenam. Hari senin dan selasa adalah jadwal mereka untuk latihan fisik, sedangkan jumat adalah jadwal mereka untuk melatih teknik dasar dalam olahraga Parkour atau dengan istilah mereka jumping.

“Biasanya sih yang latihan fisik hanya 4 sampai 8 orang. Tapi kalau latihan jumping bisa sampai belasan orang” ungkap Guido (HI/2008) salah satu pengurus Komunitas Parkour UNPAR.

Mereka mengaku ada keinginan untuk merubah diri dari komunitas menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Ada keinginan untuk menjadi UKM. Tapi sulit bagi kami karena tidak ada kejuaraan parkour di indonesia. Untuk saat ini, kami rasa cukup menjadi komunitas saja ” ucap Guido

Selain untuk membuat badan sehat dengan latihan fisiknya, ternyata dalam parkour mengandung nilai filosofis tersendiri. ” Nilai dalam Parkour yang saya dapat adalah bagaimana saya melewati semua masalah dalam track kehidupan, dan  melawan rasa takut dalam diri sendiri” ungkap Demosa (HI/2010) salah satu anggota Parkour.

 

Kania Mamonto

Related posts

*

*

Top