KPU Beri Klarifikasi Seputar Isu Pembekuan LKM Apabila Calon Tunggal Tidak Terpilih

STOPPRESS - Ohim Cilla Dibanjiri Pertanyaan / Axel STOPPRESS - Ohim Cilla Dibanjiri Pertanyaan / Axel

STOPPRESS MP, UNPAR – Mengenai isu yang beredar seputar fenomena calon tunggal untuk kategori Presma-Wapresma yang merupakan kejadian pertama sepanjang sejarah pemilu Unpar, KPU Pusat menyatakan klarifikasinya bahwa pembekuan lembaga mahasiswa terkait (LKM) bukanlah satu-satunya opsi jika calon tersebut tidak terpilih.

Berkaitan dengan isu pembekuan yang akan menimpa lembaga terkait (LKM, MPM, atau Himpunan) jika calon tunggalnya kekurangan pemilih, KPU Pusat menyatakan klarifikasinya. Saat diwawancarai Media Parahyangan di depan ruangan MPM, Yosef N Gea selaku Ketua KPU menyatakan bahwa pembekuan bukanlah satu-satunya opsi bagi lembaga yang bersangkutan. Tindakan yang akan diambil selanjutnya tergantung pada keputusan dari sidang istimewa. “Beku atau enggak itu berdasarkan hasil sidang istimewa nanti.”

Sidang istimewa adalah  mekanisme MPM dalam menyelesaikan masalah mendesak yang berada di luar kendalinya, salah satunya adalah jika ada calon tunggal yang tidak terpilih. “Keadaannya misalnya dia tidak terpilih, itu berarti keadaan yang mendesak. Karena keputusannya tidak bisa diambil secara sepihak maka hal tersebut akan dibawa ke sidang istimewa,” ujar mahasiswa Administrasi Publik angkatan 2011 ini.

Jika jadi dilaksanakan, sidang istimewa akan melibatkan KPU, MPM, BKA (Badan Kemahasiswaan dan Alumni), dan pihak yang tengah menjabat di lembaga terkait. “Kalau calonnya (calon tunggal yang tidak terpilih.red) tidak akan dilibatkan,” kata Yosef dengan mengambil studi kasus tahun lalu ketika ada masalah serupa saat pemilihan kahim di Fakultas Filsafat. “Kejadian tahun lalu di Fakultas Filsafat seperti itu, saya baca di MP juga.”

Lebih lanjut mengenai pembekuan, menurut Yosef, pembekuan bukanlah satu-satunya opsi yang tersedia. Bisa saja diadakan pemilu ulang, atau perpanjangan masa jabatan penjabat sebelumnya selama masa kekosongan. “Kalau menugaskan kembali LKM yang sekarang itu sah-sah aja. Jadi kalau misalnya bener-bener enggak ada yang maju, ya, diterusin selama 3 bulan itu sah-sah saja”. Ia pun menyatakan bahwa keputusan di sidang istimewa tidak bisa diketahui dari sekarang, dan sidang istimewa pun belum tentu dilangsungkan jika semua calon tunggal ternyata terpilih. “Tapi ini bukan jawaban pasti ya, kondisional,”ucapnya. “Intinya apapun yang keluar di sidang istimewa itu kita tidak bisa prediksi dari sekarang.”

Lembaga yang akan mengusung calon tunggal di pemilu 29-30 mendatang adalah LKM (Presma-Wapresma), himpunan Akuntansi, himpunan Ekonomi Pembangunan, himpunan Administrasi Publik, dan himpunan Manajemen Perusahaan (D3). Cara memilih calonnya pun berbeda. Jika biasanya pengguna hak suara memilih diantara calon-calon yang maju, maka dalam memilih calon tunggal pemilih hanya akan disajikan tiga jenis pilihan: Ya, Tidak, atau Abstain. Meskipun begitu, hanya suara “Ya” dan “Tidak” yang dihitung. Mengenai lolos atau tidaknya calon tersebut akan ditentukan dari jumlah suara yang ia terima. Jika yang memilih “Ya” lebih banyak dari separuh jumlah pemegang hak suara, maka calon tunggal ini dinyatakan sah menjabat.

RAIHAN DARY HENRIANA | ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top