KKBM Tidak Lagi Menjual Rokok

KKBM Tidak lagi menjual rokok - MP/Harish alfarizi

Stoppress MP, UNPAR – Surat edaran dari Rektor mengenai larangan merokok di kampus berlanjut dengan dilarangnya Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa atau lebih dikenal dengan KKBM Unpar untuk berjualan rokok di kampus.

“Kita ingin kampus Unpar bersih dari rokok, untuk itu siapapun yang menjual rokok akan kami larang,” kata Mega selaku Kepala Biro K3 (Keamanan, Ketertiban, dan Kebersihan). Ia juga mengatakan bahwa saat ini di lingkungan Unpar telah ada imbauan untuk tidak merokok, apalagi berjualan. “Kalau ingin merokok, silakan di luar kampus, satu langkah di luar gerbang kami persilahkan,” kata Mega saat ditemui MP di ruang Biro Sarana dan Prasarana.

Mengenai KKBM yang tidak lagi berjualan rokok, Manajer KKBM Celestinus Hendra Wibowo yang ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (26/11) mengatakan pada awalnya KKBM mendapatkan surat melalui perwakilan satpam. “Ada surat dari satpam, berupa surat rektor tentang larangan merokok, namun ada tambahan, yaitu KKBM harus berhenti berjualan rokok,” ucap pria yang akrab di sapa Hendro ini. Kemudian dalam pertemuan itu diberitahu juga bahwa KKBM harus berhenti menjual rokok pada bulan November. Menurutnya hal tersebut harusnya bisa dikoordinasikan terlebih dahulu dengan adanya dialog.

Hendro mengatakan bahwa KKBM sepenuhnya mendukung kebijakan larangan merokok di Unpar. “Kita mendukung semua kebijakan Unpar, apalagi kebijakan larangan merokok dapat memberikan citra yang positif,” kata Hendro. Namun, dia menyayangkan kurangnya koordinasi. “Kita kan organisasi dan punya lembaga hukum sendiri, tapi surat rektorat yang kita dapat pun hanya berupa fotocopy-an dan tidak dituliskan bahwa surat itu ditujukan kepada KKBM.”

Sementara itu, Wagiman yang bekerja sebagai asisten manajer KKBM mengatakan bahwa penjualan rokok mampu menyumbang sekitar 30% dari pendapatan. “Jumlah yang lumayan besar ketika sumber pendapatan tersebut harus dihilangkan,” kata pria yang sudah bekerja di KKBM selama 13 tahun ini. Hendro mengatakan pendapatan KKBM berpotensi kehilangan 300 sampai 450 juta dalam setahun. “Tapi kita gak masalah, kalau memang harus seperti itu, asal ada dialog dulu,” kata Hendro.

Hingga saat ini, masih banyak mahasiswa yang tetap merokok di lingkungan kampus seperti di Letter T FISIP, WT, Koridor Hukum, dll. Padahal peringatan seperti spanduk, untuk tidak merokok telah dipasang tersebar di wilayah kampus. Menurut Mega saat ini kebijakan tersebut masih berupa imbauan. “Tahun 2014 larangan merokok akan lebih tegas lagi,” kata Mega.

Pada tahun 2014 mendatang, seluruh warga Universitas Katolik Parahyangan tidak lagi dapat merokok di dalam lingkungan kampus dengan adanya koordinasi dari Biro K3 bersama satuannya, implementasi surat edaran akan dipertegas.

ZAHRA ZAKIAH/ ADYTIO NUGROHO

Related posts

*

*

Top