Ketahuan Menyontek, Capresma Tunggal Dipanggil Dekan

STOPPRESS - Ketahuan Menyontek, Capres Tunggal Dipanggil Dekan / Foto : Theodora Risti STOPPRESS - Ketahuan Menyontek, Capres Tunggal Dipanggil Dekan / Foto : Theodora Risti

STOPRESS MP, UNPARCalon presiden mahasiswa tunggal pada Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PU-PM) Unpar, Ibrahim Risyad, mendapat panggilan dari dekan Fakultas Hukum. Panggilan tersebut hadir karena ia diketahui telah melakukan perbuatan menyontek pada Ujian Tengah Semester genap 2013/2014.   Panggilan itu sendiri merupakan panggilan ke II setelah sebelumnya ia tidak memenuhi panggilan ke I dari Fakultas Hukum Unpar pada 3 April 2014 lalu. 

“Berkaitan dengan siapa yang menerima panggilan itu, kita tidak peduli. Semua mahasiswa yang tertangkap tangan melakukan perbuatan curang, akan segera ditindak,”ujar A. Joni Minulyo,  selaku Wakil Dekan I bagian Kemahasiswaan, yang sebelumnya tidak mengetahui bahwa mahasiswa yang diduga menyontek tersebut ternyata adalah calon presiden mahasiswa Unpar.

Joni, sapaan akrab WD I tersebut pun menekankan, bahwa urusan ini adalah berkaitan dengan akademik, bukan kemahasiswaan. Oleh karena itu, jika mahasiswa terbukti melakukan tindakan yang mencoreng norma akademik, maka sanksi yang diterima pun akan berupa sanksi akademik. “Fakultas harus sangat berhati- hati dalam melakukan tindakan. Kami (red. pihak fakultas) akan memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menjelaskan kronologis peristiwa dan akan kami klarisikasi ulang,” tambah Joni.

Diwawancarai oleh MP via telepon, Ibrahim Risyad yang merupakan satu- satunya calon presiden mahasiswa yang akan maju pada pemilu tahun 2014 ini, kemudian menyatakan bahwa dugaan dirinya mencontek pada UTS kemarin memang benar dan disengaja. “Adalah benar bahwa saya melakukan tindakan tersebut, karenanya saya akan bertanggung jawab atas hal yang telah saya lakukan. Kami (red. tim kampanye) sudah menyiapkan tindakan-tindakan preventif dan saya pribadi siap menerima apapun konsekuensinya. Yang jelas, saya akan buktikan ketika kampanye nanti dan insya Allah ketika menjabat sebagai presiden,” ungkapnya.

Sebelumnya, telah tertera di kertas panggilan ke II bahwa jika mahasiswa- mahasiswa yang dicurigai menyontek tersebut tidak memenuhi panggilan tersebut, yakni pada hari Jumat, 11 April 2014, maka mereka akan dikenakan sanksi berupa pembatalan seluruh mata kuliah yang sedang mereka tempuh pada semester ini.

RIGINA HANDAYANI | NADHILA RENALDI

 

Related posts

One Comment;

  1. Joni said:

    presma adalah pemimpin. sebagai seporang pemimpin sudah sepatutnya memberikan teladan & menjadi panutan bagi yang dipimpin olehnya. sepantasnya sikap-sikap teladan tersebut sudah dlakukan sejak lama sebelum seseorang menjadi pemimpin. pantaskah calon pemimpin melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencontek? sedangkan kita tahu bahwa mencontek adalah perbuatan tercela yang tidak jauh berbeda dengan mencuri dan korupsi. sudikah kita dipimpin oleh pencontek, pencuri atau koruptor?

*

*

Top