Keputusan Larangan Merokok di Kampus Unpar Sudah Final

Acara temu rektor dan diskusi terbuka yang diadakan LKM pada Senin (15/9) di GSG. MP/ Axel Gumilar Acara temu rektor dan diskusi terbuka yang diadakan LKM pada Senin (15/9) di GSG. MP/ Axel Gumilar

STOPPRESS MP, UNPAR – Keputusan larangan merokok di Kampus Unpar sudah final. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Laurentius Tarpin dalam acara temu rektor dan diskusi terbuka yang diadakan pada Senin (15/9) di Gedung Serba Guna (GSG). 

“Keputusan ini sudah final dan harus dipatuhi oleh masyarakat Unpar,” kata Tarpin selaku pada saat acara berlangsung. Ia juga menjabarkan bahwa keputusan ini dibuat melalui Surat Keputusan (SK) rektor tentang larangan merokok di kawasan kampus Unpar yang berlandasakan pada Undang-Undang.

Dalam Undang-Undang Kesehatan No 36 pasal 115 diatur bahwa adanya larangan merokok di area sekolah, rumah sakit dan tempat ibadah. Tarpin juga menjelaskan bahwa Undang-Undang memiliki hierarki yang lebih tinggi dibandingkan dengan Peraturan Daerah (Perda), maka dalam larangan merokok di kampus ini  SK rektor berlandaskan pada Undang-Undang.

Di lain pihak, Kris selaku dosen dari jurusan Administrasi Publik mengharapkan adanya smoking area untuk para perokok di area kampus. Menurutnya ada ketidaksinambungan dari Perda (Peraturan Daerah) pasal 29 ayat 1 dan ayat 2. “Pasal 1 menyatakan bahwa adanya larangan merokok di tempat ibadah, tempat belajar mengajar  dan rumah sakit, tetapi dalam pasal 2 menyatakan bahwa harus disediakannya tempat bagi perokok di tempat-tempat yang sudah disebutkan tadi,” ungkap Kris.

Hal senada diucapkan oleh Ghea. Ia menyatakan bahwa kampus harus menyediakan fasilitas bagi perokok. “Sebagaimana yang disebutkan dalam pasal 29 ayat 2 bahwa harus disediakannya smoking room,” kata mahasiswa teknik sipil angkatan 2007 itu.

Acara temu rektor dan diskusi terbuka yang diadakan pada Senin (15/9) di GSG tersebut membahas tentang larangan merokok di area kampus Unpar dan rencana pembongkaran GSG. Acara yang dihadiri oleh wakil rektor, dosen,karyawan,MPM dan LKM serta beberapa mahasiswa Unpar terlihat lengang karena dari beberapa kursi yang disediakan hanya sedikit yang terisi.

ARYANDRA KAREEM/ KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top