Kenali Net Label Melalu Indonesian Netaudio Festival

Indonesian Netaudio Festival #2. dok. sorgemagz Indonesian Netaudio Festival #2. dok. sorgemagz

STOPPRESS MP, BANDUNGIndonesian Netaudio Festival yang kedua bertempat di Institute de Francaise Indonesia (IFI) Bandung dilaksanakan 3 hari. Jumat (14/11)-Minggu (16/11). Diisi oleh serangkaian workshop dan seminar, acara ini juga turut diramaikan dengan stand market, booth sharing musik gratis, pemutaran film dan penampilan dari band-band netlabel.

Rangkaian hari pertama yaitu lokakarya radio online yang diisi oleh Vascolabs, Combine, Blur Radio, dan Roi Radio. Bersamaan waktu dilaksanakan pula lokakarya Dubsiren oleh Vascolabs, kemudian dilanjutkan oleh acara bedah buku”memuliakan penyalinan”karya Marcus Boon, dilanjut dengan screening film”Internet’s Own Boy : Story of Aaron Swartz”, lalu ditutup oleh penampilan Sawi Lieu, Individual Distortion, Jakesperiment, dan Glovvess

Adapun Creative Commons Indonesia, StoneAge Records, Nuraini Juliastuti, Budi Warsito, Arie Mindblasting, Robin Malau dan Felix Dass yang menjadi narasumber pada acara hari kedua yaitu lokakarya Creative Common music dan diskusi “Musik, teknologi, dan masyarakat: Tentang perubahan dan hal-hal yang tidak berubah. Lalu rangkaian acara INF ditutup oleh penampilan musisi yaitu Silampukau, Woodcabin, Neowax, Elemental Gaze, Frau, Zoo, dan Sigmun.

Event seperti ini penting untuk membuktikan bahwa di Indonesia pun netlabel itu ada dan aktif,” kata Arie, selaku penggagas Mindblasting saat diwawancarai di lokasi. “Paling nggak di mata orang lain, khususnya orang luar  Indonesia, mereka tahu kalau netlabel itu eksis di Indonesia. Menyenangkan juga, soalnya kesadaran akan netlabel dan creative commons itu akan tumbuh.”

Untuk hari ke-3, diselenggarakan acara hiking bersama yang dipandu oleh Lazy Hiking Club dari Bandung. Panitia, pengunjung, hingga penampil di acara INF dua hari sebelumnya pun berbaur bersama di hari ketiga ini.

Dyaning Pangestika/ Axel Gumilar

Related posts

*

*

Top