Kembalinya Efek Rumah Kaca Melalui Pasar Bisa Dikonserkan

Suasana Konser Efek Rumah Kaca yang bertajuk "Pasar Bisa Dikonserkan" diadakan di Balai Sartika, Bikasoga, Bandung pada Jumat (18/9). MP/Zico Sitorus. Suasana Konser Efek Rumah Kaca yang bertajuk "Pasar Bisa Dikonserkan" diadakan di Balai Sartika, Bikasoga, Bandung pada Jumat (18/9). MP/Zico Sitorus.

NASIONAL, MP BANDUNG – Efek Rumah Kaca, grup band musik asal Jakarta ini menggelar konser tunggal bertajuk “Pasar Bisa Dikonserkan” pada Jumat (18/9) bertempat di Balai Sartika, Bikasoga, Bandung. Konser ini merupakan konser tunggal pertama Efek Rumah Kaca sejak mereka berkiprah di dunia musik Indonesia. Pasar Bisa Dikonserkan disajikan semakin spesial karena Efek Rumah Kaca berkolaborasi dengan beberapa musisi lain dan juga diiringi oleh string section.

Pasar Bisa Dikonserkan ini juga menandai kembalinya Efek Rumah Kaca setelah sempat vakum selama hampir 2 tahun. Kepergian Cholil Mahmud untuk melanjutkan studi di luar negeri membuat serta kehadiran Pandai Besi menjadi alasannya. Juli lalu, Efek Rumah Kaca sempat merilis single baru, “Pasar Bisa Diciptakan”, setengah bagian dari entitas lengkap bernama“Biru”. Lagu ini nantinya akan masuk kedalam album ketiga mereka.

Saat memasuki Balai Sartika,suasana pasar sangat terasa. Terdapat berbagai macam stand, mulai dari makanan seperti burger, sate padang, hingga pedagang batu akik. Suasana pasar itu juga terasa dengan hadirnya beribu manusia yang antri memasuki gedung berlangsungnya konser.

Pukul 8 malam, seorang pria berbaju kantoran bersama 4 orang lainnya naik ke atas panggung. “Selamat malam, selamat datang di pasar bisa dikonserkan dari Efek Rumah Kaca. Selamat menyaksikan,” ujar pria tersebut, menandai bahwa konser akan segera dimulai. Kemudian para personil Efek Rumah Kaca naik ke atas panggung. Malam itu, Cholil Mahmud dan Akbar Bagus Sudibyo ditemani oleh Poppie Airil yang menggantikan posisi Adrian dalam tiap penampilan live Efek Rumah Kaca. Mereka juga ditemani oleh 4 orang penyanyi latar, salah satunya adalah Wisnu Adjie, vokalis Monkey to Millionaire.

Efek Rumah Kaca membawakan 25 lagu dari semua albumnya termasuk album teranyarnya yang akan segera rilis. Konser ini terbagi ke dalam 3 sesi. Sesi pertama mereka bermain seperti biasa. Lalu di sesi 2 Efek Rumah Kaca berkolaborasi dengan beberapa tamu di setiap lagunya. Kemudian di sesi terakhir, Efek Rumah Kaca ditemani oleh string section yang terdiri dari 8 orang.

Penonton langsung bergemuruh begitu lagu pertama, “Tubuhmu Membiru… Tragis,” dibawakan. Suara penonton terdengar sangat lantang, bahkan beberapa saat membuat saya kesulitan untuk mendengar suara Cholil. Sepanjang malam, koor massal terus terdengar, tanpa henti. Suasana dimana seluruh penonton fokus kepada satu penampil memang tidak bisa dikalahkan.

Penampilan Efek Rumah Kaca semakin kaya dengan berbagai cuplikan video jenaka dan juga menyentil yang dimainkan bersamaan dengan lagu. Tidak hanya itu, terdapat pula semacam aksi teatrikal di beberapa lagu, sebut saja “Mosi Tidak Percaya” dan “Hujan Jangan Marah” yang membuat panggung terasa penuh.

Lagu “Hilang” sukses membuat bulu kuduk berdiri. Lagu yang bercerita kasus hilangnya sejumlah aktivis pada masa orde baru ini dinyanyikan oleh ribuan orang. Ketika sejumlah elit berusaha menghapus fakta tersebut, malam itu banyak orang justru bernyanyi dengan lantang tanpa rasa takut. Hingga saat ini, kasus ini masih belum terselesaikan.

Di penghujung lagu, nama-nama orang hilang dibacakan. Suasana semakin riuh karena yang membacakan nama-nama tersebut ternyata adalah Adrian. Kondisi kesehatan Adrian membuatnya terpaksa absen disetiap penampilan live Efek Rumah Kaca. Kehadirannya malam itu dengan kursi roda sontak membuat suasana menjadi sedikit haru. Penonton pun mengelu-elukan nama Adrian.

“Kaget ada Adrian, biasanya diajak jalan aja suka pusing, tapi ini bias ada di atas panggung,” ujar Cholil. Ia juga menjelaskan bahwa mereka bertiga (Cholil, Akbar dan Poppie) sama sekali tidak mengira bahwa Adrian akan datang pada konser malam itu di Bandung.

Sesi pertama diakhiri dengan “Biru,” materi baru dari album ketiga yang berdurasi 9 menit. Dilagu ini musik Efek Rumah Kaca terdengar sedikit lebih kompleks dengan banyaknya layer gitar. Malam itu hal ini coba ditampilkan dengan hadirnya gitaris Andi Hans Sabarudin, gitaris Seaside yang juga sempat bermain di Pandai Besi.

Sesi 2 dimulai dengan munculnya para personel mengenakan baju tidur. Sesi ini diberi nama Buy 1 Get 1, dimana Efek Rumah Kaca berkolaborasi dengan berbagai macam musisi. Mereka adalah Monica Hapsari, Tetangga Pak Gesang, Mondo Gascaro, Bin Idris, Mengdari Float, dan juga The Adams. Kolaborasi ini berjalan baik, dengan tiap bintang tamu memberikan sentuhannya masing-masing pada aransemen lagu tanpa terasa dipaksakan. Kehadiran The Adams di lagu “Cinta Melulu” membuat suasana semakin cair.Beberapa kali mereka sengaja berhenti sejenak untuk menunjukkan kemiripan lagu tersebut dengan lagu mereka, “Konservatif.” Tawa penonton pun menutup sesi 2.

Tidak lama, sesi ke 3 dimulai. Cholil, Akbar, dan Poppie kembali ke panggung dengan kostum ala mascot restoran cepat saji yang didominasi warna kuning dan merah, lengkap dengan wig kribo serta face paint putih. Mereka ditemani string section yang terdiri dari 8 orang. Kehadiran string section membuat aroma swing pada “Laki-Laki Pemalu” semakin kuat. Begitu pula “Desember” yang terasa makin sendu.

Namun persembahan terbaik memang tersimpan di penghujung acara. Konser ditutup dengan lagu “Sebelah Mata.” Pada lagu itu, Adrian kembali hadir di atas panggung. Ia ikut bernyanyi dan berdiri sendiri, tanpa kursi roda atau pun ditemani seorang pendamping. Sulit untuk tidak merasa terharu melihat pemandangan ini. Tak sedikit pula yang kesulitan untuk menahan air matanya. “Gue ngerti banget kenapa orang banyak yang nangis,” ujar Stanley Widianto, salah seorang penonton malam itu. “Puas dengan keseluruhan konser, walaupun terkadang terasa sesak, performa prima dari Efek Rumah Kaca mampu menebus semuanya,” ucapnya lagi, menjelaskan kebahagiaannya pada malam itu.

ZICO SITORUS

Related posts

*

*

Top