[Kolom Parahyangan] Kemana Open Recruitment LKM?

Mahasiswa dan Politik - Ilustrasi: Abdullah Adnan Mahasiswa dan Politik - Ilustrasi: Abdullah Adnan

Lembaga Kepresidenan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (LKM UNPAR) sebagai lembaga ekskutif di ruang lingkup  Persatuan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PM UNPAR) dapat dikatakan memiliki kekuasaan mutlak. Layaknya sebuah kabinet di Unpar untuk bergerak dan merealisasi segala program yang berkaitan dengan keaktifan dan kesejahteraan mahasiswa Unpar secara keseluruhan.

Akan tetapi, semenjak LKM Unpar Periode 2016/2017 dilantik dan membentuk kabinetnya tak terlihat adanya progam yang berkaitan dengan kemahasiswaan berjalan. Padahal sepengetahuan penulis,  pihak LKM lewat anggota kabinetnya telah menyebarkan banyak survey keminatan mahasiswa akan sebuah program.

Namun, secara tiba-tiba penulis mendapat semacam “iklan” mengenai acara Peringatan Sumpah Pemuda (Persada) yang akan diselenggarakan bulan ini. Tentu bingung dan kaget akan adanya acara tersebut. Mengapa?

Pertama, tidak ada sosialiasasi akan open recruitment staff yang akan menduduki berbagai bidang dalam acara ini. Mengingat jumlah keanggotaan dalam sebuah LKM, tidak memungkinkan membentuk panitia tanpa melibatkan mahasiswa Unpar yang bukan anggota LKM.

Kedua, acara Persada 2016 ini seolah bergerak secara senyap tak bersuara sedikit pun alias tak berinfo. Padahal acara sudah ada sejak LKM periode kemarin. Sesungguhnya bukan hanya Persada yang sunyi tak terdengar suaranya tetapi acara LKM yang akan diadakan di kemudian hari nyaris tak terdengar juga informasinya.

Padahal pihak LKM telah mengadakan berbagai survey mengenai keminatan mahasiswa. Ke mana hasil output dari survey yang telah dilakukan serta di mana open recruitment  program LKM yang lain seperti PAD (Parahyangan Alumni Day), PSC (Parahyangan Sport Combat)  dan program LKM yang lainnya ? Karena periode LKM sebelumnya telah membuka open recruitment jauh hari sebelum acara dilakukan.

Kesenyapan pihak LKM Unpar dan tidak adanya sosialisasi berita tentang berbagai acara LKM Unpar membuktikan ketidakterbukaan LKM terhadap mahasiswa Unpar sebagai stakeholder dari PM Unpar itu sendiri.  Dari ketidakterbukaan LKM Unpar mungkin dapat disimpulkan sementara adanya upaya close recruitment dalam pembentukan sebuah kepanitian acara.

Sudah lama kita semua mengenal yang namanya ”close recruitment” yang artinya seseorang masuk ke dalam suatu kepanitiaan tanpa melalui fit and proper test yang seharusnya. Fit and proper test yang dimaksud bukanlah seperti yang terjadi di DPR RI, tetapi hanya sebatas wawancara langsung oleh para lingkaran dalam sebuah panitia acara.

Wawancara terhadap  ketersediaan dan keinginan seseorang untuk ikut dalam menyukseskan sebuah acara. Fit and proper test hanya dilakukan ketika adanya open recruitment sehingga close recruitment  meniadakan hal tersebut. Akan tetapi mengapa close recruitment tidak dibenarkan ?

Pertama, pola close recruitment memperlihatkan adanya nepotisme. Padahal sebagai lembaga eksekutif di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan harus mengedepankan prinsip meritokrasi. Kedua,  pola  close recruitment dapat berujung pada kematian partisipasi mahasiswa Unpar yang bukan bagian dari LKM. Dengan kata lain, akan memperbesar keapatisan mahasiswa  Unpar yang pada dasarnya sudah apatis.

Ketiga, mematikan ruang sosialisasi dan partisipasi bagi mahasiswa baru Unpar (angkatan 2016) karena dengan adanya close recruitment  tidak semua mahasiswa baru bisa ikut terlibat dalam sebuah kepanitiaan.  Keempat, close recruitment  adalah pelanggaran hak partisipasi bagi mahasiswa Unpar  karena hak untuk ikut terlibat dalam sebuah acara bersifat asasi dan melekat bagi setiap mahasiswa Unpar.

Yang terakhir, close recruitment akan menumpulkan soft skill mahasiswa Unpar karena soft skill bukan hanya dapat diasah lewat program-program kemahasiswaan yang diadakan oleh Universitas dan Fakultas tetapi juga program-program LKM Unpar.

Terakhir, tulisan ini bukan ingin menjatuhkan LKM Unpar maupun pihak lain, tetapi semacam peringatan kepada LKM Unpar agar tidak mematikan partisipasi mahasiswa Unpar. Mengingat Kementerian Riset ,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  memberikan nilai 0 (nol) terhadap keaktifan mahasiswa Unpar. [1]

Maka dari itu, ada harapan kepada  LKM dan lingkungan PM Unpar yang lain memberi ruang partisipasi yang besar bagi seluruh mahasiswa  Unpar. Baik di tingkat Universitas, maupun Fakultas agar menghilangkan sistem close recruitment  yang cenderung nepotisme.

[1] Lihat Media Parahyangan : Ini Penyebab Nilai 0 Kegiatan Mahasiswa Unpar. http://mediaparahyangan.com/ini-penyebab-nilai-0-kegiatan-mahasiswa-unpar/2016/08/. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2016

Tentang Penulis

Hendrik

Fakultas Hukum 2014

Related posts

*

*

Top