Kelonggaran Akademik Bagi Mahasiswa Yang Terkena Hepatitis A

STOPPRESS, MP – UNPARAda tiga poin kelonggaran akademik bagi mahasiswa Unpar yang terkena Hepatitis A. Poin tersebut berupa  kelonggaran kehadiran dalam perkuliahan, waktu penyelesaian tugas perkuliahan dan pemberian kesempatan ujian susulan baik UTS maupun UAS.

Tiga poin tersebut ada di dalam Surat Pemberitahuan No.III/R/20011-11/1834-1 perihal wabah Hepatitis A yang dikeluarkan oleh pihak rektorat pada (9/11/2011). Dalam surat tersebut dikatakan mahasiswa yang terkena Hepatitis A akan diberikan kelonggaran akademik agar dapat tetap mengikuti perkuliahan dan ujian dengan baik.

Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Romo Tarpin menyatakan bahwa surat pemberitahuan tersebut diedarkan bagi seluruh warga Unpar. “Surat ini diedarkan atau ditujukan kepada seluruh warga Unpar, artinya diberikan kepada dosen, Dekan, Wakil Dekan, Kepala Jurusan dan seluruh mahasiswa supaya dapat dilaksanakan ditingkat bawah”.

Kebijakan kelonggaran akademik ini dikeluarkan berkaitan dengan mewabahnya Hepatitis A belakangan ini, yang mengakibatkan banyak mahasiswa kesulitan dalam mengikuti perkuliahan dan ujian.

“Namun, kelonggaran ini jangan sampai disalah gunakan!” tegas Romo Tarpin. Adapun syarat pengajuan kelonggaran ini ialah dengan menyertakan bukti berupa surat dokter.  Prosesnya yakni mahasiswa yang terkena Hepatitis A langsung memberitahukan pihak fakultas dengan menyertakan bukti medis dan hasil laboratorium. Beliau juga menegaskan lebih lanjut bahwa kebijakan ini hanya berlaku bagi para mahasiswa yang dinyatakan positif terkena Hepatitis A, karena proses pemulihannya memakan waktu yang cukup lama.

Kebijakan kelonggaran akademik ini juga berlaku untuk yang tidak menjalani rawat inap di rumah sakit, tetapi tetap harus memenuhi syarat tertentu yang ditentukan oleh pihak Rektorat.

“Apakah dirawat di rumah sakit ataupun harus istirahat di rumah, harus menyertakan bukti medis berupa surat dari Dokter yang menyatakan bahwa yang bersangkutan positif terkena Hepatitis A dan dirawat di Rumah Sakit ataupun mereka yang harus Bed Rest,” ujar Romo Tarpin.

(Tata Kailuhu/Risa Efriani)

Related posts

*

*

Top