Kejar Deadline, KPUPM 2016/2017 Tetap Lanjutkan Pemilu dengan Kandidat Calon Tunggal Presiden Mahasiswa

Unpar/ dok. MP Unpar/ dok. MP

STOPPRESS MP UNPAR, — Sejak penutupan pendaftaran pada 1 Maret 2017 silam, KPUPM UNPAR 2016/2017 tetap melanjutkan agenda pemilihan umum meskipun jumlah kandidat beberapa lembaga eksekutif hanya memiliki satu calon berkaitan dengan deadline pemilu. Selain, calon tunggal ketua HMPS di beberapa jurusan, kini pasangan calon Presiden dan wakil presiden Mahasiswa berjumlah tunggal.

“Saat ini KPUPM tetap melanjutkan proses pemilu walaupun hanya terdapat satu calon di beberapa lembaga (red. eksekutif) PM Unpar. Salah satunya adalah satu pasangan kandidat calon presiden dan wakil presiden mahasiswa karena berkenaan dengan deadline dari pemilu tersebut,” ucap Neilshan Loedy (FTIS 2014) selaku ketua Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) UNPAR saat diwawancarai pada bulan Maret 2017 lalu.

Selain kandidat calon tunggal pada pemilihan presiden mahasiswa, beberapa kandidat calon ketua himpunan program studi di beberapa jurusan juga berjumlah satu atau bercalon tunggal. Meskipun hanya terdapat satu calon, mengacu pada TAP No. 10/MPM/IV/2017 tentang PUPM Unpar pasal 11 ayat 2, ketika hanya terdapat satu atau tidak sama sekali pendaftar, maksimal perpanjangan hanya 7 hari kerja.

Terkait mekanisme, ia juga menjelaskan untuk proses pemilihan dari pasangan calon tunggal akan dipilih berdasarkan pilihan “setuju” atau “tidak setuju” di bilik suara nanti. Hal itu berkaitan dengan TAP Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) tentang PUPM pasal 23 ayat 1b yang menyatakan,

“Apabila jumlah peserta tunggal maka Peserta Calon PUPM UNPAR yang meraih jumlah suara setuju 50% + 1 dinyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UNPAR serta Ketua HMPS UNPAR terpilih.”

Neilshan menjelaskan bahwa ketika pilihan “setuju” memperoleh suara terbanyak, maka pasangan calon yang bersangkutan segera ditetapkan sebagai pemenang pada proses pemilihan. Namun jika pilihan “tidak setuju” memperoleh suara terbanyak, maka akan ditindaklanjuti sesuai TAP MPM tentang PUPM pasal 25 yang menyatakan,

“Apabila setelah melalui mekanisme penghitungan suara, tidak terpilih anggota MPM UNPAR, Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, dan/atau Ketua HMPS UNPAR maka akan dilakukan upaya dengan cara yang akan diatur dalam peraturan yang dibuat oleh MPM UNPAR.”

Hingga saat ini, PUPM UNPAR memiliki 62 kandidat calon yang terdiri dari satu pasangan calon presiden dan wakil presiden mahasiswa, 34 kandidat calon ketua himpunan program studi, serta 26 calon anggota MPM.

Dari 62 kandidat tersebut, kini mereka sedang menjalani tahapan fit and proper test (salah satu proses seleksi berupa uji lisan dan/atau tulisan dengan menetapkan batas kelulusan minimum) yang diselenggarakan pada tanggal 27 Maret – 4 April.

LUCKY REZA ANDRIAN | VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top