Kecewa Keputusan KPUPM, Massa Fakultas Hukum Datangi Kantor MPM

Surat KPUPM soal Penjatuhan sanksi pada kandidat PUPM Partai Biru Fakultas Hukum (dokMP/Ananda Badudu)

Stoppress (28 April)– Massa dari fakultas Hukum mendatangi kantor MPM pada pukul 23:30, Selasa (27 April). Mereka menuntut penjelasan atas Surat Keputusan Penjatuhan Sanksi SK/III/KPUPM/IV/2010 yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM).

Sanksi tersebut dijatuhkan pada Calon Ketua Himpunan (Cakahim) dan Calon Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dari partai Biru. Cakahim Hatta Khamisa Dwi Putrana (Hukum 07), calon MPM Irma Koesoemah Putri (Hukum 07), dan Kartika Budianti Lestari (Hukum 08) berturut-turut terkena pemotongan suara sebesar 10% dari total jumlah raihan suara.

Surat Keputusan tersebut dikeluarkan menyusul insiden kaca pecah yang terjadi pada saat debat Cakahim dan Calon MPM di fakultas hukum Kamis minggu lalu (22April).

Keputusan dipermasalahkan karena bukti tidak kuat dari KPUPM. Bahkan hingga saat ini pelaku belum diketahui. “Pembuktian yang ada cuma foto kaca yang sudah pecah” kata Astro (Hukum).

Meski minim bukti, dalam diktum kedua penjatuhan sanksi tertulis bahwa keputusan KPUPM bersifat final dan tak dapat diganggu gugat. Theo Martinez (2007610121), selaku penandatangan Surat Keputusan, menolak untuk menjawab ketika Stoppress mencoba mengkonfirmasi soal minimnya bukti.

“Yang dipermasalahkan disini adalah klausul (dalam surat keputusan) keputusan final dan tak dapat diganggu gugat”, tutur Ridwan (Alumni Hukum 05), menyesalkan keputusan KPUPM. “Dan ketika ada yang ingin bertanggungjawab (mengganti kerugian walaupun tidak terbukti melakukan-red) pemotongan suara tetap akan dilakukan”, tambahnya.

Pertemuan antara perwakilan massa dan KPUPM yang berlansung hingga pukul empat dinihari masih belum membuahkan hasil. “Tidak ada kesepakatan, MPM tetap pada keputusan pemotongan 10% suara”, tambah Ridwan. (Lalola Easter, Yehezkiel Paat, Mirza Fahmi, Ananda Badudu)

[Klik disini untuk mengunduh PDF SK Penjatuhan sanksi]

Related posts

*

*

Top