Kandidat Cakahim Hukum Janjikan Maba Tanpa Partai

STOPPRESS - Cakahim Hukum Janjikan Maba Tanpa Partai STOPPRESS - Cakahim Hukum Janjikan Maba Tanpa Partai

STOPPRES MP, UNPAR – “kalian bisa menjamin nggak dalam 2 tahun akan membiarkan maba (mahasiswa baru) belajar tanpa dilibatkan dalam partai (politik) kalian?”

Pertanyaan tersebut terlontar dari Joko Jodi, salah satu mahasiswa hukum angkatan 2008 yang hadir dalam Debat Kandidat Calon Ketua Himpunan (Kahim) dan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Fakultas Hukum yang dilaksanakan pada Rabu (23/4) di 2305.

Respon beragam pun diberikan oleh keempat calon. Mereka menjamin bahwa mereka siap membiarkan mahasiswa baru belajar tanpa tergabung dalam partai. Namun demikian, beberapa calon yang terdiri dari Steven Adidarma, Zahid Jahar, Patriati Nusantari, dan Ezra Hermawan ini memberikan berbagai alasan positif dibalik keuntungan berpolitik dalam partai.

“Saya siap untuk membiarkan maba tidak berpartai, tapi perlu diingat bahwa mereka (mahasiswa baru -red) tetap memiliki kehendak bebas untuk memilih, selain itu hal positif disini adalah mereka bisa belajar mengenai politik, hanya bagaimana mereka menyikapinya.” ujar Steven Adidarma yang merupakan salah satu kandidat calon kahim dari partai merah.

Jawaban serupa dilontarkan oleh salah satu kandidat partai biru, Patriati Nusantari. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk membiarkan mahasiswa baru tidak mengikuti partai. “Dalam hal ini saya setuju bahwa maba haruslah dapat dibina dengan serius tanpa harus dilibatkan dalam partai, tetapi dalam berpartai tetap ada positifnya, yaitu maba dapat menyampaikan aspirasi2 mereka” ujar Ai, sapaan akrabnya.  Hal serupa pun disampaikan oleh Ezra Hermawan terkait hal positif dalam berpartai.

Berbeda hal dengan ketiga kandidat, Zahid Jahar, menyatakan tidak ada nilai positif dari partai yang ada di Fakultas Hukum selama bertahun-tahun.

“Pertemanan mereka telah ternodai dengan kemunafikan. Dan saya bukan orang yang bisa diam dengan hal seperti ini, itulah alasan mengapa saya tergabung dalam himpunan” Jawab Zahid mengenai pertanyaan yang diajukan Joko.

Kehadiran partai-partai tertentu memang telah lama menjadi pro-kontra baik di kalangan mahasiswa maupun dosen Fakultas Hukum. Pertanyaan tersebut ini diakui Joko merupakan hak dari setiap mahasiswa. Menurutnya alasan mahasiswa bergabung dengan golongan tersebut adalah karena mereka membutuhkan wadah untuk menampung aspirasi.

“Menurut gua sih,  mereka (mahasiswa -red) hanya butuh tempat bernaung,  butuh satu aspirasi yang sama, dan wadah yang sama. Di mana mereka bisa mencapai kekeluargaan, di samping dampak negatif dan positifnya tiap partai itu sendiri”, tambah Joko yang ditemui seusai acara.

VERONICA DWI LESTARI | LINTANG SETIANTI

Related posts

*

*

Top