Jusuf Kalla: Tingkat Produktivitas Masyarakat Papua Harus Ditingkatkan

Stoppress MP, UNPAR – Berkaitan dengan kunjungan M. Jusuf Kalla ke kampus Merdeka UNPAR pada Rabu (15/02) dalam mengisi kuliah tamu mengenai Diplomasi Preventif, Kalla juga membahas mengenai resolusi konflik di Papua.

Dalam kuliah tamu yang diberikan, Kalla menekankan pentingnya pendalaman informasi mengenai latar belakang dan sejarah permasalahan. Pendekatan dengan kedua belah pihak yang berseteru juga sangat penting untuk di perdalam. Beberapa hal ini memang berkaitan dengan resolusi konflik yang sempat dijalankannya di daerah Aceh, Poso, dan Ambon. Namun sejumlah pertanyaan mengenai konflik Papua pun muncul ketika sesi diskusi dibuka.

Menyinggung permasalahan yang belum menemukan titik terang di Papua, Jusuf Kalla mengaku turut prihatin dengan keadaan masyarakat di sana. “Papua merupakan daerah dengan anggaran terbesar di Indonesia, namun mereka tetap saja merasa kekurangan, hal ini saya rasa disebabkan oleh tingkat produktivitas masyarakat Papua yang rendah, dan hal ini dikarenakan kebutuhan mereka yang rendah pula, tingkat produktivitas masyarakat Papua harus ditingkatkan jika kemakmuran ingin dicapai,” ungkap Kalla dalam merespon pertanyaan peserta diskusi perihal kiat yang dapat diberikan sehubungan dengan konflik di Papua.

Kemakmuran merupakan salah satu faktor yang disinggung Kalla berkenaan dengan akar  dari konflik-konflik yang telah terjadi. Namun kemakmuran bukanlah faktor utama dari kedamaian yang dapat diusung, pasalnya standardisasi kemakmuran masing-masing kelompok juga berbeda-beda. Mendapati hal ini, Kalla lebih menegaskan pada faktor keadilan yang seharusnya dapat terus diprioritaskan, “Karena sebab kedamaian yang pertama adalah keadilan,” ungkapnya.

 (Shafira Ayunindya)

Related posts

*

*

Top