Johannes Gunawan: Arief Sidharta Mewariskan Saya Tulisan Bung Karno

Suasana Misa Requiem Prof. Arief Sidharta, Rabu 26/11. /Dok. MP Suasana Misa Requiem Prof. Arief Sidharta, Rabu 26/11. /Dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Johannes Gunawan selaku Ketua Senat Fakultas Hukum memberikan kata sambutan di Acara Penghormatan Terakhir Arief Sidharta. Pada kesempatan itu, ia menceritakan pengalamannya diberikan warisan oleh Arief Sidharta yang tidak pernah ia lupakan.

“Saat saya masih menjadi dosen muda, Pak Arief mewariskan sebuah tulisan Bung Karno pada tahun 1920 yang dimuat dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi,” ujarnya.

Tulisan tersebut berisi: “orang tidak bisa mengajari apa yang dia mau, orang tidak bisa mengajari apa yang dia tahu, orang hanya bisa mengajari sebagaimana dia adanya”. Dalam tulisan tersebut Arief Sidharta menyimpulkan kalau di perguruan tinggi, mau mengajar dan tahu kebenaran, yang bersangkutan harus menjunjung tinggi kebenaran. Kalau orang tahu bahwa kebenaran harus dijunjung tinggi lalu dia mengajarkannya, tidak mungkin berhasil kalau yang mengajarkannya itu tidak menjunjung tinggi kebenaran. Orang hanya bisa mengajari kalau dia benar-benar menjunjung tinggi kebenaran sebagaimana adanya.

“Pesan tersebut merupakan pesan yang beliau pegang dalam menjalankan profesinya sebagai dosen,” ujar Johannes Gunawan. Ia menjelaskan kekokohan Arief Sidharta menerapkan ucapan Bung Karno tersebut membuat Arief Sidharta merasa dizalimi pada saat kesaksiannya sebagai saksi ahli KPK. Kesaksiannya saat itu dipelintir oleh hakim sedemikian rupa, sehingga jauh dari apa yang dimaksud. Hal tersebut berdampak pada kondisi kesehatan fisik Arief Sidharta.

“Ini merupakan bukti nyata, sampai akhir hayat, ia mengemukakan pendapat sebagaimana adanya dan tidak berpihak pada kepentingan lain,” tambah Johannes.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top