Jika Ohim Tak Mundur, Rektorat Tak Akan Akui LKM

STOPPRESS MP, UNPAR – Pihak rektorat secara tegas menyatakan bahwa apabila Ibrahim Risyad tidak bersedia mundur dari jabatannya sebagai presiden mahasiswa, rektorat tidak akan mengakui Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) periode ini.

“Kami dari pimpinan universitas tidak akan mengakui LKM, artinya kami tidak akan memberikan dukungan dalam bentuk apapun,” ujar Laurentius Tarpin, selaku wakil rektorat 3 bidang kemahasiswaan saat ditemui MP di ruangannya pada senin (2/6).

Pernyataan ini disampaikan Tarpin menyambung permintaanya kepada Ibrahim Risyad, yang biasa dipanggil Ohim, untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden mahasiswa karena telah terbukti menyontek. Menurut Tarpin, pihaknya telah menyampaikan langsung sikap ini kepada Ohim-Cilla dalam sebuah pertemuan pada hari jumat (30/5).

“Keputusan kami ini sudah bulat, dan tidak bisa dinego-nego. Kalau Ohim tidak mundur, kami tidak akan mengakui LKM periode ini,” tegas Tarpin.

Menurut Tarpin, sikap tersebut harus diartikan bahwa pihak rektorat tidak akan memberikan dukungan apapun baik izin acara maupun dana untuk setiap kegiatan yang telah direncanakan LKM. Meski demikian ia juga menegaskan bahwa sikap ini tidak akan mematikan kegiatan mahasiswa lainnya.

Pihak rektorat menjamin bahwa kegiatan mahasiswa lain seperti himpunan dan UKM tidak akan terganggu. “Nanti akan kita atur sistemnya agar alur birokrasi langsung diarahkan ke  BKA (Biro Kemahasiswaan dan Alumni-red) untuk kegiatan mahasiswa lain,” kata Tarpin.

Menanggapi ancaman tersebut, Ohim masih belum menentukan sikap.“Saya pribadi berat sebenarnya ninggalin LKM, tapi saya takutnya masalah saya ini akan merembet ke masalah lembaga lain di PM Unpar dan menyusahkan kabinet saya,” ujar Ohim saat ditemui di depan ruang LKM pada senin (2/6). Ohim mengatakan bahwa ia akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Cilla dan seluruh kabinetnya untuk mengambil keputusan. “Kami usahakan sebelum diklat sudah ada keputusan,” kata Ohim.

Adapun terkait dengan akan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan (Diklat) PM Unpar pada jumat (6/6), Tarpin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan hadir dalam prosesi tersebut apabila Ohim tetap tidak mau mengundurkan diri. “Ini merupakan sikap kami menolak Ohim sebagai presiden mahasiswa;” tegas Tarpin.

CHARLIE ALBAJILI | KANIA MAMONTO | LINTANG SETIANTI

Related posts

2 Comments

  1. mahasiswa said:

    Memang logika orang kita aneh, ketahuan korupsi malah ga tahu malu berusaha menebus dari hasil korupsi itu lagi. Ginian yang mau jadi penerus bangsa? Beda ga sih sama manusia-manusia yang dipenjarakan KPK itu?

  2. unparians said:

    Memang salah tindakan menyontek yg dilakukan ohim ini, tetapi menurut saya apabila ohim telah menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya,kenapa harus mundur? Kalau mau bermain tegas ya harus diterapkan ke seluruh mahasiswa unpar,kadang tindakan tindakan mahasiswa lain yg melanggar peraturan pun ikut mendukung terjadinya pelanggaran selanjutnya. Saya adalah orang yang tidak setuju jika ohim mundur dari jabatannya.

*

*

Top