Jessica & Paula Juarai Bulutangkis Ganda Putri Parahyangan Sport Combat 2012

Pasangan Jessica Juliani-Paula Liunardo dari Fakultas Ekonomi (FE) berhasil menjuarai babak final Parahyangan Sport Combat (PSC) 2012 cabang olahraga Bulutangkis Ganda Putri setelah mengalahkan pasangan Finka Hendratantular-Renny dari Fakultas Ilmu Sosial-Politik (FISIP) melalui tiga set selama 45 menit.

Jessica, pebulutangkis FE yang sukses memenangi gelar juara pertamanya di PSC, mengakui pertandingan yang dijalaninya berlangsung menegangkan dan sangat ketat dibanding beberapa pertandingan sebelumnya, dikarenakan atmosfer venue pertandingan yang lebih ramai serta kualitas lawan yang lebih menyulitkan.

“Pertandingan sudah menegangkan sejak awal, apalagi karena ini adalah babak final”, tuturnya.

Dalam pertandingan yang dilangsungkan pada (20/03)  pukul 11.00 pagi, kedua lawan bermain secara terbuka dengan melalui tempo permainan cepat dan menegangkan bagi penonton yang memadati Gedung Serba Guna (GSG) UNPAR. Pada set pertama, pertandingan berlangsung ketat dan dimenangkan oleh FISIP setelah melalui deuce 27-25. Pada set kedua, FISIP mengalami tekanan dan sempat tertinggal 6 angka atas FE sebelum sempat menyusul hingga 2 angka 18-20. Namun sedikit kesalahan pada pemain FISIP membuat FE memenangi set kedua 18-21 dan harus menjalani rubber set. Dalam set tersebut pertandingan sempat dihentikan pada kedudukan 3-7 setelah raket milik salah satu pemain FE mengalami kerusakan. Pada set penentuan, pertandingan berlangsung semakin ketat dengan poin yang saling menyusul hingga 19 angka sebelum FE sukses menutup permainan dengan skor akhir 19-21.

Sedangkan mengenai insiden raket yang rusak, ia kurang mengetahui alasan yang pasti. “Saya nggak terlalu tau, tiba-tiba rusak begitu saja,” jelasnya.

Disisi lain, Finka, pebulutangkis FISIP yang mengalami kekalahan, juga mengakui intensi pertandingan yang lebih tinggi dan ketat, serta pecahnya konsentrasi ditengah pertandingan yang menyebabkan kekalahan tersebut.

“Kita sempat mengalami kehilangan fokus di set kedua. Selain itu persiapan kita juga terbilang kurang karena hanya sempat berlatih bersama satu kali dalam sebulan, tapi diluar itu tidak banyak kendala dari tim ataupun panitia,” aku mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional 2009 tersebut.

(Bajik Assora / Banyubening)

Related posts

*

*

Top