Global Village: Acara Ragam Budaya oleh 33 Negara

Suasana acara Global Village. dok./MP

STOPPRESS, MP – AIESEC menggelar acara Global Village pada hari Minggu (22/7) di Click Square, Jl. Naripan. Tujuan dari acara ini untuk memperkenalkan dan memahami budaya lain dan meningkatkan tolerasi masyarakat terhadap perbedaan budaya.

“Kita bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai belahan dunia,” ujar Devira Nur Maulina (Universitas Padjadjaran 2016) selaku supervisi acara. Global Village melibatkan tiga puluh tiga budaya negara yang diperkenalkan pemuda representatif negara masing-masing melalui berbagai pertunjukan.

Global Village merupakan acara rutin AIESEC yang dilakukan setahun dua kali. Devira menjelaskan bahwa acara ini dilaksanakan tiap semester dan baru dibuka untuk umum sejak tahun lalu. Alasan dibuka untuk umum karena AIESEC ingin berbagi pengalaman tersebut tidak hanya untuk anggota AIESEC saja, tetapi juga untuk masyarakat Bandung, tambah Devira.

Acara diisi dengan fashion show, pertunjukan dari 30 negara, pameran budaya dimana tiap negara memiliki booth masing-masing untuk menunjukkan merchandise dan makanan khas. Penampilan beberapa band menjadi penutupan untuk acara Global Village. “Dari situ mau ditekankan lebih lagi nilai toleransi yang ingin disampaikan,” ujar Devira. Panitia sendiri membutuhkan waktu sekitar enam bulan dalam mempersiapkan Global Village.

Devira menjelaskan bahwa AIESEC merupakan organisasi non-pemerintah pemuda internasional, dimana saat ini berada di 126 negara, yang berfokus pada nilai kepemimpinan melalui kegiatan pertukaran pelajar untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Dalam acara ini, AIESEC juga memperkenalkan salah satu projeknya, yaitu Visit Kuningan yang bertempat di Kuningan Jawa Barat kepada pengunjung acara. Selain itu pihak AIESEC berencana untuk mengeluarkan visa khusus bagi para sukarelawan AIESEC dengan pemerintahan, diperkirakan tahun 2020 visa tersebut akan dikeluarkan.

ALBERTA DIONNY | RANESSA NAINGGOLAN

Related posts

*

*

Top