GINTRE 2011: Redefining the Implementation of Humanitarian Intervention

MP STOPPRESS (16/10) – Program Studi Hubungan Internasional pada hari Minggu, 16 Oktober 2011, kembali mengadakan GINTRE – Gathering and Introducing International Relations yang dilaksanakan oleh para mahasiswa semester tiga dari jurusan tersebut. GINTRE yang merupakan simulasi dari sidang umum PBB, tahun ini telah mengusung tema Intervensi Kemanusiaan. Nuansa India pun kali ini  juga ikut dipilih untuk membangun “atmosfir” internasional dalam acara tersebut.

“Kami mendukung adanya intervensi kemanusiaan”, itulah salah satu pernyataan yang dilontarkan perwakilan delegasi Amerika Serikat, peserta GINTRE tahun ini. Dengan tagline “Redefining the Implementation of Humanitarian Intervention”, para peserta GINTRE yang merupakan para mahasiswa semester satu Program Studi Hubungan Internasiional telah berkesempatan untuk mencari solusi atas isu yang sedang mencuat di dunia internasional. Bak para diplomat sungguhan, para mahasiswa menjalankan beberapa metode diplomasi dan negosiasi dalam proses lobi dan list of speakers.

Sidang dibagi menjadi tiga sesi, dimana pada sesi pertama, para delegasi diharapkan dapat mengidentifikasi inti permasalahan dari intervensi kemanusiaan. Pada sesi kedua, para delegasi diharuskan untuk menjelaskan Working Paperyang telah dibuat dengan para aliansi. Solusi yang dapat ditempuh juga dijelaskan oleh para delegasi dalam sesi ini. Dalam sidang kali ini terdapat tiga Working Paper yang berasal dari aliansi Negara pendukung Intervensi Kemanusiaan, aliansi Negara korban Intervensi Kemanusiaan, dan working paper yang berasal dari aliansi Negara yang tidak mendukung Intervensi Kemanusiaan.

Sitem voting atas solusi-solusi yang telah diajukan pada akhirnya dilaksanakan pada sesi terakhir. Sebuah rangkaianWorking Paper akan terpilih apabila voting memenuhi 2/3 dari seluruh Negara yang hadir dalam sidang. Namun setelah menempuh beberapa kali voting dan proses lobi, perolehan suara tetap tidak mencapai 2/3 dari jumlah Negara yang hadir, sehingga sistem perolehan suara mayoritas pun harus ditempuh. Pada akhirnya working paper yang berasal dari aliansi Negara pendukung Intervensi Kemanusiaan pun terpilih.

Selain simulasi sidang yang menjadi inti acara GINTRE 2011, rangkaian acara lainnya, seperti fashion show para maskot Negara, talkshow dengan para alumni, hingga penampilan spesial yang dipersembahkan oleh para panitia telah menjadi bagian acara yang turut dinanti pada GINTRE 2011.

“Mereka adalah masiswa baru yang antusias dalam mengikuti rangkaian GINTRE 2011, sidang mereka ikuti dengan lancar dan penuh semangat”, aku Kyana (19), selaku ketua panitia GINTRE 2011 yang juga berharap  agar para mahasiswa baru dapat memperoleh banyak manfaat dari terlaksananya acara GINTRE yang akan kembali dilaksanakan pada tahun depan.

 

(Shafira Ayunindya)

Related posts

*

*

Top