GEMPAR: Peduli Kaum Disabilitas

STOPPRESS MP, UNPAR  – Dalam rangka meningkatkan kepedulian di tengah masyarakat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Kamis (6/3) Gerakan Amal Parahyangan (GEMPAR) mengadakan rangkaian acara bersama kaum disabilitas.

“Kami ingin mengajak teman-teman Unpar untuk lebih sadar bahwa kaum difabel juga bagian dari masyarakat. Jangan memandang sebelah mata teman-teman kita disini, kita bisa banyak belajar dari mereka, terutama semangat dalam menjalani kehidupan” ujar Carolus Andro, sebagai ketua pelaksana GEMPAR.

Kegiatan amal ini dirangkum menjadi beberapa rangkaian acara, yang sudah dilaksanakan sejak Januari 2014 lalu. Pertama adalah pengukuran kaki palsu bagi penerima sumbangan pada bulan Januari, Parade di CFD (Car Free Day) Dago, kemudian Talk Show yang menghadiri tokoh peduli kaum difabilitas seperti Ibu Hartati (Kelompok Kreatifitas Difabel), Habibie Afsyah (Indonesia Difable Care Community) dan Joanna Damanik (Majalah Diffa).

“Ini bagian dari kampanye penyadaran kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kaum difabel. Dan puncak acaranya adalah penyerahan sumbangan kaki palsu” tambah Andro.

Pembuatan kaki palsu tersebut adalah karya dari Komunitas Kreatifitas Difabel (KKD). Komunitas yang berasal dari Kiaracondong tersebut bergerak dibidang pembuatan alat bantu seperti kaki dan tangan palsu dimana para anggotanya juga merupakan kaum difabel.

Menurut Anwar Permana sebagai ketua KKD, Unpar merupakan salah satu kampus pertama yang membuat gerakan amal, khususnya membagikan kaki palsu bagi bagi kaum difabel.

“Tentu saya sangat senang, karena masih ada masyarakat yang peduli dengan teman-teman berkebutuhan khusus. Saya harap Unpar bisa menjadi contoh bagi kampus lainnya, menganggap kami bagian dari masyarakat juga.” ujar Anwar Permana, yang akrab di sapa Kang Oju.

Meskipun demikian, Andro menyatakan bahwa antusias mahasiswa Unpar terhadap aksi sosial masih sangat minim dibandingkan dengan acara semacam musik dan lainnya.

“Menurut saya antusias mahasiswa Unpar masih minim sekali, bisa dibilang cenderung apatis. Mereka masih lebih tertarik dengan kegiatan musik yang sifatnya hura-hura, padahal kan kita punya niat baik disini, kenapa nggak dibantu” ujar Andro yang ditemui di sela-sela acara Talk Show dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Dengan Disabilitas”

LINTANG SETIANTI

 

Related posts

*

*

Top