Gelar Aksi, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional Lawan Kebangkitan Militerisme

Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) menggelar aksi di depan gedung Merdeka Bandung. Dok/MP

NASIONAL, MP –  Pada Senin (21/08), Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) menggelar aksi di depan gedung Merdeka Bandung. Aksi yang digelar tersebut bertujuan untuk melawan kebangkitan militerisme. Pada aksi ini Pembebasan pun mengeluarkan 5 tuntutan, yakni menolak Perppu Ormas no.2 tahun 2017 dan batalkan Rancangan Undang – Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas).

“Tujuan utama aksi ini untuk mempropagandakan kepada masyarakat umum bahwa ada bahaya yang laten, bahaya bangkitnya militerisme,” ujar Buli Ju selaku anggota dari pembebasan.

Ia juga menjelaskan aksi ini juga dilakukan untuk melawan kebangkitan militerisme, karena pada praktiknya, militerisme sudah masuk ke ranah masyarakat sipil. Mulai dari kehidupan kampus, kehidupan desa, kehidupan kota, kehidupan buruh, semuanya tidak lepas dari militerisme.

Pada selembaran yang diberikan oleh massa aksi pada masyarakat umum disinggung juga adanya tindakan pengerdilan Agenda penghapusan Dwifungsi ABRI/TNI dengan munculnya kembali aturan perundang-undangan yang mengupayakan keterlibatan TNI dalam berbagai kehidupan sipil. Salah satunya adalah RUU Kamnas yang sampai saat ini masih termasuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014-2019.

Dijelaskan juga bahwa terdapat kata-kata abstrak dalam RUU Kamnas dan dapat disalahgunakan penerapannya. Contohnya adalah kata ancaman, gangguan, kondusifitas, pertahanan, dan pembangunan.

“Jadi dia hadir (red. Militer) untuk menjadi satria piningit, tapi pada praktiknya itu sebenarnya untuk merebut lagi kekuasaan pasca 32 tahun mereka bercokol di Indonesia,” kata Buli Ju. Ia pun menjelaskan bahwa TNI seharusnya hadir di teritori perbatasan dengan negara lain untuk menghalau ketika ada ancaman perang dan sebagainya. “Malah mereka mempermainkan politik lokal,” jelasnya

Selain dihadiri oleh Pembebasan, aksi ini juga dihadiri oleh kelompok mahasiswa dan perwakilan Kelompok Buruh. Aksi ini juga mengeluarkan 5 tuntutan yaitu tolak Perppu ormas nomor 2 tahun 2017, batalkan RUU Kamnas, kembalikan militer ke barak, Tarik militer organik  dan non-organik dari Papua, serta bubarkan komando teritorial.

FIQIH PURNAMA