Foto : Aksi Kamisan Bandung dan Solidaritas untuk Perjuangan Petani Kendeng

Spanduk aksi solidaritas untuk petani Kendeng dan alm. Ibu Patmi selaku peserta aksi di depan Istana Negara yang meninggal pada Selasa, 21 Maret 2017 lalu. Dok/MP Spanduk aksi solidaritas untuk petani Kendeng dan alm. Ibu Patmi selaku peserta aksi di depan Istana Negara yang meninggal pada Selasa, 21 Maret 2017 lalu. Dok/MP

MP, BANDUNG –  Di halaman Gedung Sate, Kamis (23/3), sejumlah massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Bandung bersolidaritas untuk perjuangan petani Kendeng yang menolak pembangunan pabrik Semen di daerahnya. Selain itu, aksi juga diamanatkan untuk memperingati hari Kebenaran Internasional yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Aksi diisi dengan orasi, pembacaan puisi dan teatrikal oleh sejumlah aktivis, mahasiswa, dan Kamisan Bandung.

Selain bersolidaritas untuk petani di Kendeng, aksi Kamisan yang ke-184 ini juga mendoakan Yu Patmi selaku pejuang Kendeng yang meninggal sesudah aksi pasung semen di depan Istana Negara.  Yu Patmi adalah seorang pejuang Kendeng. Petani Kendeng mengecor kaki untuk kali kedua untuk menanti sikap Presiden Jokowi setelah gugatan petani dikabulkan oleh Mahkamah Agung yang sebelumnya membatalkan objek sengketa berupa pembangunan pabrik semen oleh PT Semen Indonesia.

Aksi Kamisan ini juga digelar memperingati Hari Kebenaran Internasional yang jatuh pada 24 Maret 2017. Hari Kebenaran Internasional diperingati sebagai upaya pemenuhan hak atas Kebenaran dan Martabat Korban Pelanggaran HAM yang berat. Hak atas kebenaran merupakan hak korban dan masyarakat untuk mengetahui seputar peristiwa yang telah terjadi, pihak yang bertanggungjawab, dan jaminan untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa kini dan yang mendatang.

Di Indonesia, meskipun telah dimandatkan dalam TAP MPR No. V/MPR/2000, UUD 1945 dan sejumlah produk hukum nasional. Hingga pemerintahan Jokowi-JK, upaya pengungkapan kebenaran atas penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran hak asasi manusia pada masa lampau masih terus terganjal dan belum menemui titik terang.

Foto : Axel Gumilar & Dyaning Pangestika

 

Related posts

*

*

Top