FON 2016 Mengemas Teras Cikapundung dalam “Chromatic East”

Suasana Teras Cikapundung dalam acara Festival of Nation yang diadakan oleh Himpunan program studi Hubungan Internasional pada Sabtu (30/4) / dok. Arya Mahakurnia Suasana Teras Cikapundung dalam acara Festival of Nation yang diadakan oleh Himpunan program studi Hubungan Internasional pada Sabtu (30/4) / dok. Arya Mahakurnia

STOPPRESS MP, UNPAR – Suasana Teras Cikapundung berbeda dari biasanya. Festival Of Nation (FON) 2016 mengemas Teras Cikapundung dengan tema Chromatic East. Pengunjung yang datang akan disuguhi suasana budaya Timur Indonesia melalui dekorasi topeng tepat di pintu utama Teras Cikapundung.

“Disana (red. Daerah setelah melewati jembatan) pengunjung akan seperti diterima bahwa inilah budaya timur sesungguhnya, bisa dibilang pulau seberang. Ada dua pendopo disana yang kita isi Tie Dye dan makanan khas Papua yaitu Papeda,” kata Anna Kinanti (HI 2013) selaku ketua umum acara FON 2016. Ia juga menambahkan bahwa terdapat jembatan yang diibaratkan sebagai pulau seberang.

Para pengunjung yang datang akan melewati terowongan dengan anyaman bambu yang dilapisi dengan kain hitam. Setelah memasuki terowongan, pengunjung kemudian akan memasuki mini hologramic cultural museum yang menampilkan budaya-budaya nasional maupun internasional. Dalam museum tersebut juga ditayangkan sebuah video, replika kebudayaan Indonesia Timur serta miniatur bangunan dengan ciri khas setiap benua yang ada di dunia. Keluar dari museum, pengunjung diarahkan menuju panggung. Sebelumnya, di sebelah kanan terdapat photobooth dengan tema baju tradisional daerah Timur Indonesia. Setelah itu barulah sampai di panggung.

Walaupun sempat turun hujan ketika hari mulai gelap, namun tidak menurunkan antusias para pengunjung untuk menikmati suasana dan menonton penampilan para bintang tamu di panggung. Antusiasi tersebut terlihat dari banyaknya para warga lokal yang datang serta anak-anak yang ramai berlarian kesana kemari. . “Acaranya seru dan ramai! Juga gak nyangka ternyata Teras Cikapundung bisa muat seramai ini,” tutur Saras, salah satu pengunjung yang diwawancarai saat acara sedang berlangsung pada Sabtu (30/4). “Temanya bagus, jarang diangkat oleh mahasiswa, banyak kebudayaan Indonesia timur yang kurang di-explore oleh orang Indonesia sendiri,” tambahnya lagi.

Acara FON 2016 berlangsung dari pukul 12 siang hingga 10 malam. Tema Chromatic East dipilih untuk menunjukkan keunikan budaya Indonesia di bagian timur kepada masyarakat Bandung. FON 2016 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HMPSIHI) Unpar. “Ciri khas FON, untuk mengenalkan sedikit tentang hubungan internasional ke masyarakat Bandung,” jelas Nabila Kaysalia, Ketua HMPSIHI.

Bintang tamu yang mengisi acara FON ialah Doulce Memoire yang datang dari Perancis membawakan musik abad-16, juga ada tarian Salsa, Capoeira, WorkshopTie Dye, persembahan perkusi dari United States of Bandung Percussion, dll, juga penampilan dari  Little Lute dan bintang tamu Dekat.

 

ARYA MAHAKURNIA | KRISTIANA DEVINA

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

*

*

Top