Fit & Proper Test 2016 Berbeda Dari Tahun Sebelumnya

PUPM-2016 dok. Unpar.ac.id PUPM-2016 dok. Unpar.ac.id

STOPPRESS MP, UNPAR – Prosedur dan perencanaan fit & proper test tahun 2016 berbeda dengan 2015. Perbedaan itu menyangkut di antaranya pembuatan soal, adanya pertimbangan dan rekomendasi dari luar Komisi Pemilihan Umum (KPU),  standar minimum, dan pelaksanaan tes.

“Dia (red. Penanggung jawab fit & proper test) punya kewenangan utuh untuk membuat soal. Bahkan, ketua KPU pun tidak tahu”, ucapnya. Menurut penuturan Jonathan Sihaloho selaku Ketua KPU. Hal itu diucapkannya untuk menanggapi perbedaan hasil fit & proper test tahun 2016 dengan 2015. “Jika  tahun lalu soal dibuat oleh ketua KPU, untuk tahun 2016, penanggung jawab fit & proper test bertanggung jawab membuat soal,” tambahnya.

Berkaitan dengan hal itu, Marcella Fidelia (HI 2012) selaku Ketua KPU 2015 menjelaskan bahwa tahun sebelumnya, soal  fit & proper test mencangkup pertimbangan dan rekomendasi dari MPM, Presiden dan wakil presiden mahasiswa, serta ketua himpunan. “Jadi ada diskusi dulu sebelum soal dibuat.  Selanjutnya, baru saya yang berkewajiban penuh merampungkan masukan itu menjadi soal,” jelasnya. Disamping itu, ia juga menambahkan bahwa  kisi-kisi mengenai fit & proper test tahun 2016 hanya diberi tahu secara umum sedangkan tahun 2015 lebih lengkap.

Perbedaan lain juga terdapat dalam penentuan nilai standar atau minimum yang harus ditempuh oleh para calon kandidat. Menurut Jonathan, untuk tahun ini penentuan nilai minimum menyesuaikan dengan nilai keseluruhan. Berbeda dengan tahun lalu, ketika nilai minimum untuk tiap kandidat telah ditentukan. Menurut keterangan Marcella, nilai itu berkisar 70 untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa dan 65 untuk Calon Ketua Himpunan dan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM)

Selain itu, Marcela juga menjelaskan bahwa perbedaan terakhir juga terdapat pada tata cara pelaksanaan tes yang sebelumnya full interview menjadi ditambah sesi tertulis. Ketika ditanya mengenai hasil fit & proper test yang menurun, Marcela pun sangat menyayangkan keadaan itu. Menurutnya, perlu dilakukan pencarian faktor yang menyebabkan penurunan itu.

Hasil fit proper test untuk para Calon Ketua Himpunan, Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), dan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, telah diumumkan kepada masing-masing bakal calon kandidat pada Selasa (12/4) lalu.

Dilaksanakan pada Sabtu (9/4) lalu, dari 60 pendaftar terdapat 3 calon kandidat yang mendapat nilai akhir kurang dari 41.49 sehingga dinyatakan tidak lolos dalam fit & proper test.

FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top