[Fiksi] Bagian Ruang Waktu

Ilustrasi Lubang Hitam, Ruang, dan Waktu. Dok/Pinterest/TEDX Ilustrasi Lubang Hitam, Ruang, dan Waktu. Dok/Pinterest/TEDX

Sebelum membuang semuanya, kamu sekali lagi membuka kantong sampah yang kamu bawa jauh-jauh ke sini. Ada gaun merah muda berenda yang kamu pakai hampir setiap hari saat kecil dulu. Berkali-kali ibu mengingatkan kamu pakai baju yang lain saja, gaun itu perlu dicuci. Tapi kamu memaksa pakai. Ada pita hitam besar yang selalu kamu pasang di sebelah kiri rambut. Ukurannya terlalu besar, sampai terasa berlebihan ketika kamu masih memakainya ke sekolah saat berusia belasan tahun.

Ada lilin aromaterapi wangi vanila. Ini adalah lilin vanila-mu yang ke 176. Wangi vanila adalah satu-satunya wewangian yang kamu hirup selama bertahun-tahun terakhir di kamar. Lama-lama, aromanya lebih mirip rumah daripada vanila. Ada sebuah buku catatan harian yang lebih mirip album lukisan abstrak, karena sebagian besar tintanya sudah luntur akibat kebasahan. Seringnya karena ketumpahan teh.

Setelah itu, kamu memasukkan kembali semuanya ke kantong sampah. Kamu mengayunkan tanganmu dan bermaksud melemparkan kantong sampah ke sebuah lubang yang agak jauh darimu. Tapi seketika ruang besar ini sepi, bahkan kamu tak lagi di sini.

Ternyata lubang di jagad raya yang awalnya kamu kira tempat musnahnya dimensi ruang dan waktu, cuma pintu. Sayup- sayup kamu dapat mendengar suara yang sangat kamu kenal, “Astaga, kamu pakai gaun putih itu lagi? Gaun itu harus dicuci, Luana.”

 

16 Oktober 2016, L

Related posts

*

*

Top