Festival of Nations, Sebuah Selebrasi Budaya

Suasana di Pintu Gerbang Festival of Nations 2015, Jl. Dago. /Dok. MP Suasana di Pintu Gerbang Festival of Nations 2015, Jl. Dago. /Dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Pergelaran Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diselenggarakan pada 24 April 2014 telah berakhir. Apa yang dapat menutup kemeriahan dari pertemuan para kepala negara dari benua Asia dan Afrika itu selain sebuah festival kebudayaan nan megah?

Festival of Nations (FoN), sebuah festival kebudayaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Unpar, pada tahun ketiganya mengangkat tajuk ‘Kulturasun’, sebuah portmanteau dari ‘culture’ dan ‘sampurasun’, yang mengartikan pertemuan dan interaksi antar-budaya internasional dan budaya lokal khususnya tanah Pasundan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraannya di tahun ketiga ini berbarengan dengan agenda besar Pemerintah Kota Bandung bertemakan Asian-African Carnival 2015.

Berlangsung sehari penuh di tanggal 26 April 2015, acara yang dipusatkan di area Jalan Ir. Juanda ini menghadirkan delapan belas booth dan stand yang diisi oleh berbagai perwakilan negara, terutama negara yang ikut serta dalam Peringatan 60 Tahun KAA, satu yang menjadikan penyelenggaraan FoN tahun ini lebih variatif. Dalam kesempatan wawancara  yang diberikan, Marisa Jayaputri selaku Ketua Penyelenggara menjelaskan perbedaan konsep acara yang ditampilkan dalam FoN 2015 dengan penyelengggaraan sebelumnya. “Tema ‘Kulturasun’ diambil sebagai lambang integrasi antar-budaya internasional dengan budaya Indonesia sendiri”, terangnya menjelaskan pengambilan tema besar tahun ini. Integrasi tersebut dapat terlihat dari beragamnya perwakilan negara yang berpartisipasi serta kehadiran beberapa booth perwakilan kebudayaan lokal, seperti booth Kotamadya Pontianak dan Kediri.

Selebrasi Budaya

Beragam culture performance ditampilkan dalam Festival of Nations 2015. Mulai dari Pertunjukan seni bela diri Kung Fu hingga kumpulan gadis berkimono yang memadati booth Jepang. Rina, salah satu pengunjung yang hadir di malam hari menganggap acara FoN sebagai sesuatu yang perlu berlangsung hingga setiap tahunnya. “Bagus banget nih acaranya, kalo bisa tiap tahun diselenggarainnya“, tutur perempuan yang turut berkunjung bersama anggota keluarganya.

Acara tidak hanya berjalan di siang hari. Di malam harinya, sejumlah artis lokal turut mengisi pentas di panggung utama yang terletak di Taman Cikapayang. Dari Maliq & D’essentials dan Naif mengisi panggung FoN di malam hari.

Related posts

*

*

Top