Festival Arsitektur Parahyangan : Wujudkan Ruang Terbuka Hijau Bukan Hanya Sebatas Ruang

STOPPRESS MP, Unpar – Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) 2013 mengangkat tema “Membuka Ruang Terbuka”. Kali ini ingin mewujudkan ruang terbuka hijau agar tidak sebatas ruang mati tanpa interaksi.

“Di Arsitektur kami diajarkan bagaimana untuk menghidupkan ruang. Mengubah suatu space agar menjadi place, dan dalam FAP kali ini kami ingin wujudkan itu,” jelas Raymond selaku ketua Acara Festival Arsitektur Parahyangan 2013 ketika ditemui sebelum puncak acara berlangsung Sabtu (18/05).

Raymond menjelaskan bahwa FAP memiliki 4 rangkaian acara guna menyampaikan pesan dari tema tersebut.

Pertama, acara Sinemars yang bertujuan untuk memberikan wadah kepada masyarakat luas mengenai ruang terbuka hijau lewat kompetisi film pendek dengan tema yang sama. Kemudian dilanjutkan dengan Paradesc(Parahyangan Design Competition) dengan tema “Taman Layak Anak” untuk mengenalkan kepada publik ruang terbuka hijau yang sebenarnya. Selanjutnya, para mahasiswa Arsitektur mengajak publik untuk berinteraksi langsung dalam ruang terbuka hijau dalam acara “Luar Kotak”.

“Kita harap pengunjung menggunakan ruang terbuka hijau semaksimal mungkin, tidak hanya sebatas taman tetapi juga tempat interaksi dan sosialisasi,” jelas Geni Maharani selaku sekretaris FAP 2013.

Ketiga rangkaian acara tersebut ditutup dalam acara Closing Ceremony FAP 2013 yang diadakan di Unpar dengangrand decoration Plasa GSG 2 tingkat serta Instalasi 2012. Selain itu, FAP 2013 juga menghadirkan 12 komunitas serta penampilan musik dari beberapa band terkenal seperti Rusa Militan, The Experience Brother, dan Sore.

“Jarang banget acara kampus di Bandung yang ada musik dan artistik juga. Gue tidak lagi mandang artis siapa yang dateng kesini. Dekorasi acaranya keren banget, panitia sudah bisa menggambarkan ruang terbuka sesuai temanya” ujar Audi Nuraisa, mahasiswi FIB UNPAD sebagai salah satu pengunjung Closing Ceremony FAP 2013.

(Lintang/ Adytio Nugroho)

Related posts

*

*

Top