Festival Arsitektur Parahyangan 2017 Hadirkan Sisi Lain Isu Kampung Kota

Festival Arsitektur Parahyangan 2017 yang diselenggarakan di Selasar PPAG mengangkat Kota Kampung sebagai tema acara. Dok/MP Festival Arsitektur Parahyangan 2017 yang diselenggarakan di Selasar PPAG mengangkat Kota Kampung sebagai tema acara. Dok/MP

STOPPRESS MP, UNPAR-Pagelaran tahunan Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) 2017 yang diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur kembali diselenggarakan pada Sabtu (20/5). Bertempat di sepanjang plaza Gedung 45 hingga Wind Tunnel Unpar, FAP 2017 mengusung tema Kota-Kampung.

“Isu kampung kota ini sedang ramai dengan berbagai permasalahannya, mulai dari penggusuran, kampung vertikal, rumah susun tak layak, kekumuhan, dan lainnya,” ujar Dennis Cahya Indra (Artsitektur 2014).

Selain itu, menurut Dennis data statistik yang berkaitan dengan kampung kota menimbulkan pertanyaan besar dan mengkhawatirkan.

“Di kota Bandung, hanya terdapat 17 dari 143 kelurahan yang dinyatakan tidak kumuh menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010,” tutur Dennis. “Apakah kampung yang dianggap sebagai ‘penyakit’ sebuah kota yang berusaha masuk ke perkotaan ataukah kampung kota yang tergusur akibat masuknya kota?” tambahnya.

Berkaitan dengan tema yang diusung, FAP 2017 kembali mengambil salah satu fenomena arsitektur dan urbanisme di Indonesia yang aktual dan kontekstual dengan pelaksanaan acara tersebut.

“Maka dari itu, kami berangkat dari Isu ini dan menjadikannya tema utama FAP 2017,” lengkapnya ketika ditanya mengenai tema FAP 2017.

FAP 2017 juga berusaha melihat Isu kampung kota dari perspektif lain. Dalam hal ini bukan kampung dalam kota, tetapi kota dalam kampung untuk melihat bagaimana sebaiknya hubungan yang ada antara kota dan kampung kota.

Untuk menunjukkannya FAP memberikan sebuah sentuhan ‘kampung’ pada ke’kota’an dari Gedung 45 Unpar. Rangkaian acara serta dekorasi bercerita tentang bagaimana proses urbanisasi semu, kondisi Indonesia saat ini. “Dari instalasi arsitektur dan acara yang ada menunjukan bahwa kita dapat membawa pembangunan yang mutualisme antara kota dan kampung kota,” ucap Dennis.

FAP 2017 ini digelar selama 2 hari yaitu Jumat (19/05) dan Sabtu (20/05). Acara dibuka oleh Seminar Nasional RUU Arsitek, lalu ditutup oleh pesta rakyat pada hari Sabtu dengan menampilkan music performance dari OM PMR, G-Pluck Beatles, The Panas Dalam dan lainya. Selain itu pada FAP 2017 ini juga terdapat pameran wadah minat, instalasi entrance oleh Ars 2016, bazzar, dan Grand Decoration.
FIQIH RIZKITA

Related posts

*

*

Top