Fakultas Teknik Berlakukan Aturan 100% Kehadiran, Agar Mahasiswa Lebih Bertanggung Jawab

Gedung 45 Unpar, Lokasi Pembelajaran Fakultas Teknik

 

STOPPRESS, MP – Melalui surat keputusan Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Teknik nomor : III/APP ET 12018-01 1027 – I, Fakultas teknik mengumumkan bahwa persentase kehadiran mahasiswa harus 100%. Dalam surat keputusan tersebut juga tertulis bahwa Ketidakhadiran sebesar 20% hanya bagi mahasiswa yang tidak bisa hadir dengan alasan kesehatan dan keluarga. Serta terdapat keterangan yang digaris bawahi yaitu mahasiswa yang persentase kehadirannya kurang dari 100% tidak diijinkan mengikuti Ujian Akhir semester. Yohanes Basuki selaku Dekan Fakultas Teknik mengatakan bahwa keputusan ini bertujuan untuk mendewasakan mahasiswa.

“Mahasiswa itu makhluk dewasa, setiap keputusannya mengandung komitmen,” kata Basuki. Dia menjelaskan bahwa kewajiban mahasiswa adalah hadir kuliah, oleh sebab itu 20% toleransi ketidak hadiran harus disertakan surat izin. Dengan hadir 80% mahasiswa dianggap sudah menangkap sebagian besar substansi, namun bukan berarti 20% adalah jatah tidak hadir tanpa alasan.

Basuki mengharapkan mahasiswa dapat lebih merencanakan setiap kegiatannya. Menurutnya, selama ini mahasiswa merencanakan kegiatan dengan ada jatah tidak masuk kuliah. “Sudah ngambil kuliah sudah tau jadwalnya, ya direncanakan, jangan banyak nongkrong tapi nanti bolos kuliah,” ucap Basuki.

“Saya secara pribadi harapannya satu, karena saya sudah tau asalannya sekarang, saya pikir follow aja karena ini hal yang baik,” kata Franseno, salah satu dosen Program studi Arsitektur ketika ditemui di ruangannya pada Kamis (25/1). Menurut dia, hal ini masuk akal dan membuat mahasiswa lebih being professional. Franseno berkata bahwa selama ini mahasiswa tidak masuk tanpa alasan sebanyak 20% ditambah tidak masuk dengan surat izin sehingga kehadiran mahasiswa bisa di bawah 80%.

“Mayoritas mahasiswa teknik sipil ngga setuju dengan kebijakan baru, tapi ada juga yang setuju dengan kondisi tertentu,” ucap Ardianto selaku Ketua Himpunan Program Studi Teknik Sipil ketika ditemui pada Kamis (25/1) di SC teknik. Menurutnya, banyak mahasiswa yang mempersalahkan force majeure. Namun Ardianto berpesan kepada mahasiswa untuk menunggu sosialisasi dan pembicaraan baik-baik dari kedua pihak.

Basuki mengharapkan himpunan dapat bergerak bersama untuk mengubah persepsi mahasiswa. “Himpunan-himpunan kan tokoh-tokoh, semoga juga bisa berpikir lebih komprehensif, jangan kalah dengan yang vokal, kadang yang vokal itu yang kedodoran,” ucap Basuki. Basuki berpesan untuk tidak mempersalahkan keputusan ini hanya karena praktisnya saja.

 

GALLUS PRESIDEN

Related posts

*

*

Top