Fakultas Hukum Adakan Diskusi RUU KUHP dan RUU KUHAP

STOPPRESS MP - Fakultas Hukum Adakan Diskusi RUU KUHP dan KUHAP / Charlie

STOPPRESS – Terkait dengan maraknya perdebatan mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Fakultas Hukum Unpar  bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi mengadakan diskusi dan media briefing pada kamis (13/2). Acara yang diselenggarakan di ruang 2305 ini mengangkat tema “Polemik RUU KUHP dan RUU KUHAP.

“Apa yang sedang terjadi di Jakarta adalah merupakan satu proses yang sangat genting dan barangkali sangat menentukan bagi bangsa kita ke depan. Anda semua sebagai generasi muda tentu menjadi bagian yang akan sangat merasakan akibatnya,” ujar Agustinus Pohan, dosen Fakultas Hukum Unpar yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, wacana mengenai pengesahan RUU KUHAP dan RUU KUHP oleh DPR menuai kecaman dari banyak pihak. Hal itu dikarenakan RUU KUHP dan RUU KUHAP dianggap mampu melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Dalam diskusi tersebut, disebutkan beberapa polemik yang muncul dari RUU KUHP dan RUU KUHAP. Beberapa hal yang dipermasalahkan adalah penghapusan proses penyelidikan dalam acara pidana hingga tidak disebutkannya korupsi sebagai kejahatan luar biasa.

“RUU KUHP dan KUHAP belum sepenuhnya mengadopsi United Nations Convetion Againts Corruption (UNCAC), hal ini juga tidak memberi ruang untuk berlakunya Undang-Undang Tipikor (Tindak Pidana Korupsi -red),” ujar Tama Satrya Langkun, peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) yang menjadi salah satu pembicara.

Dalam kesempatan tersebut Agustinus Pohan juga menuntut mahasiswa untuk dapat memberikan sumbangan pikiran serta memperjuangkan dan menyebarluaskan permasalahan tersebut agar dapat dipertimbangkan oleh pihak yang memiliki kekuasaan.

Acara diskusi yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00 ini  dihadiri oleh sekitar dua ratus mahasiwa Fakultas Hukum, serta beberapa wartawan dari media cetak dan media online Bandung.

KRISTIANA DEVINA/ LINTANG SETIANTI

Related posts

*

*

Top