Eco-Campus Jadi Tujuan Dari Pembangunan Gedung Baru

STOPPRESS MP, UNPAR – Rencana pembangunan gedung baru (Gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geisse) di Unpar diharapkan nantinya dapat mengubah fungsi gedunggedung di Unpar menjadi lebih ramah lingkungan  atau  eco-campus. Hal ini dijelaskan Robertus Wahyudi Triweko selaku Rektor pada forum “Temu Rektor di Gedung Serba Guna (GSG) Selasa (1/7).

Pada forum ini, Triweko menjelaskan desain yang telah disetujui akan mengubah gedung 4 dan 5 (Fakultas Teknik) menjadi gedung bertingkat, diperkirakan masing-masing sebelas dan tiga belas lantai. “Desain yang dipilih mencerminkan ecocampus karena akan menggunakan tata pencahayaan alami, sirkulasi udara yang bagus, dan lain-lain,” ucap Triweko. Gedung-gedung baru ini akan memiliki gedung serba guna, ruang auditorium, dan perpustakaan. Ruangan kelas pun akan bervariasi kapasitasnya.“Ini (Gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geisse.red) akan menjadi pusat pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan membuat mahasiswa aktif,” ujar Triweko.

Sementara dalam prosesnya nanti GSG Unpar akan dibongkar untuk membangun sebuah plasa  terbuka dari gedung 5 yang baru hingga gedung 2. Selain itu, nantinya akan dibuat basement tiga lantai untuk tempat parkir, baik untuk kendaraan roda dua atau empat, yang mampu menampung sekitar 600 mobil.

Untuk pelaksanaan teknis sendiri, pihak rektorat mengakui bukanlah hal yang mudah. Solusi yang mereka setujui adalah memindahkan aktivitas gedung  4  dan 5 ke gedung 10 yang akan ditambah dua lantai lagi agar mampu memberikan suasana belajar yang persis seperti di gedung lama mereka. Dan untuk penggunaan GSG, mereka berjanji akan memberikan bantuan bagi kegiatan kemahasiswaan yang biasa menggunakan GSG selama gedung ini dibangun.

Proses pembuatan desain gedung telah berlangsung dari Oktober 2013 hingga Mei 2014 melalui proses sayembara desain. Salah satu syarat untuk menjadi peserta sayembara dibatasi hanya untuk alumni Jurusan Arsitektur Unpar. “Unpar terkenal akan arsiteknya dan kami ingin mereka yang mendesain gedung baru tersebut,” ucap Triweko.

Pada diskusi “Temu Rektor” ini mahasiswa diberikan kesempatan untuk berpendapat mengenai rencana pembangunan kampus Unpar. Selain ini, diskusi pula turut membahas larangan merokok di dalam kampus Unpar agar menjadi “Kampus bebas asap rokok”. Selain Robertus Wahyudi Triweko, hadir pula Laurentius Tarpin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

AXEL GUMILAR

Related posts

*

*

Top