Duka Menjelang Paskah, Kisah Gereja Koptik Mesir yang dibom oleh ISIS

Egyptian Coptic Christians celebrate Christmas in Cairo, Egypt, on January 06, 2016. Doc. Mohamed el-Shahed/AFP/Getty Images/Observer. Egyptian Coptic Christians celebrate Christmas in Cairo, Egypt, on January 06, 2016. Doc. Mohamed el-Shahed/AFP/Getty Images/Observer.

INTERNASIONAL MP, UNPAR – Bom diledakkan di dua Gereja Koptik di bagian utara Kairo, Mesir yaitu di Iskandariyah dan Tanta pada Minggu (09/04) lalu. Melalui kantor berita Amaq, Islamic State (IS) atau biasa disebut ISIS mengakui bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok mereka. Aksi ini menelan korban jiwa dan mengakibatkan puluhan orang luka-luka.

Gereja Mar Gigris di kota Tanta menjadi sasaran pertama serangan bom oleh ISIS. Ledakan ini menyebabkan 29 orang meninggal dunia dan melukai setidaknya 71 orang lainnya. Kemudian serangan dilancarkan di Gereja Koptik St. Markus di Iskandariyah dan mengakibatkan 13 orang meninggal dunia dan 35 orang lainnya luka-luka. Terdapat empat polisi meninggal dunia dalam serangan ini. Serangan ini dilakukan pada saat kedua gereja tersebut sedang merayakan Minggu Palma. Ketika itu pula, 42 orang dilaporkan tewas. Namun keesokan harinya, korban keseluruhan bertambah menjadi 44 orang.

Dengan terjadinya serangan ini, Presiden Abdul Fattah Al-Sisi menyatakan bahwa Mesir berada dalam keadaan darurat. Hal ini berarti aparat keamanan dapat melakukan penggeledahan di rumah-rumah penduduk tanpa surat perintah. Pihak berwenang juga berhak melakukan penangkapan tanpa surat perintah. Pemberlakuan situasi negara dalam kondisi darurat ini pun didukung oleh mayoritas anggota parlemen.

Serangan bom terhadap kaum Kristen Koptik ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada Desember 2016, serangan bom menewaskan 25 orang di sebuah katedral Koptik di Kairo saat misa. Selain itu, pada bulan Februari 2017, ISIS mengancam akan melakukan serangan berikutnya pada orang-orang Koptik yang mencakup 10% dari kependudukan Mesir.

Kristen Koptik sendiri merupakan salah satu kelompok Kristen tertua di dunia dan masih tersisa berada di kawasan Timur Tengah. Di Mesir sendiri, kekerasan terhadap umat Kristen Koptik meningkat semenjak presiden terpilih, Mohammad Morsi, digulingkan oleh militer guna melancarkan perlawanan terhadap kelompok Islam radikal. Hal ini kemudian membuat pendukung Mohammed Morsi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin menuding kaum Kristen sebagai dalang dari penggulingan tersebut.

ERIANA ERIGE | TANYA LEE NATHALIA | BBC | CNN | REUTERS |

Related posts

*

*

Top