Dua Buku Terakhir yang Dibaca Alm. Arief Sidharta Meninggalkan Pesan

Prof. Arief Sidharta (alm.) selama masa aktifnya di Unpar. /Dok. MP Prof. Arief Sidharta (alm.) selama masa aktifnya di Unpar. /Dok. MP

STOPPRESS MP, UNPAR – Jurnal Epistema dan buku berjudul Julius Caesar karya William Shakespeare diduga menantu dari Alm. Arief Sidharta merupakan dua buku terakhir yang dibaca Arief Sidharta. Di atas buku tersebut, Arief Sidharta meninggalkan sobekan kertas kecil yang menandakan halaman terakhir yang dibukanya.

Forever and forever, farewell, Brutus. If we meet again, then we’ll smile indeed. If not, it’s true, this parting was well done.

Dalam percakapan tersebut antara Cessius dan Brutus di medan perang, keluarga menduga bahwa penggalan percakapan tersebut merupakan pesan terakhir yang diberikan oleh Arief Sidharta kepada orang-orang yang dicintainya.

“Beliau seperti menyampaikan pesan terakhirnya, sodaraku, andai kita bertemu suatu hari nanti bolehlah kita saling bertukar senyum,” ujar Lani Sidharta selaku istrinya pada saat menyampaikan kata sambutannya di Malam Ariefian pada Jumat (19/02).

Ia juga menambahkan, Arief Sidharta seakan-akan ingin menyampaikan bahwa ia telah berupaya semaksimal yang ia mampu untuk menjalankan persinggungan hidupnya dengan orang lain dengan sepositif dan sebaik mungkin.

“Tentu saja saya atau siapapun tidak tahu suasana batin pak Arief ketika membaca buku itu. Saya tidak tahu apakah pak Arief tahu bahwa waktunya sudah tiba,” katanya.

Suasana haru dan tetesan air mata tampak saat Lani Sidharta membacakan kesan dan pesan sebagai istri dari Alm. Arief Sidharta. Malam itu saat pembacaan kesan dan pesan suasana menjadi tenang dan hangat dengan lilin yang dinyalakan oleh semua pengunjung yang datang di acara Malam Ariefian.

Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/02) di Ruang 2305 Fakultas Hukum Unpar. Dilaksanakan oleh kumpulan mahasiswa Ilmu Hukum yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Humaniora.

ARYA MAHAKURNIA | KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top