Dispensasi TOEFL Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum

Gedung Fakultas Hukum Unpar (sumber: https://elizabethjuliana.wordpress.com) Gedung Fakultas Hukum Unpar (sumber: https://elizabethjuliana.wordpress.com)

STOPPRESS MP, UNPAR – Surat Keterangan (SK) rektor mewajibkan seluruh mahasiswa Unpar lolos TOEFL dengan minimal poin 500 pada tahap 2  Drop Out (DO) . Dekanat Fakultas Hukum memberikan dispensasi bagi mahasiswa fakultas hukum terkait target lulus TOEFL di tahap 2 DO.

“Syarat lolos tahap 2 menurut SK rekor secara kumulatif yaitu  minimal sudah mencapai 75 SKS, IP 2.0 dan TOEFL 500,namun apabila syarat ini diterapkan terkait target skor TOEFL akan banyak mahasiswa yang tidak lolos” ujar Budi Prastowo selaku ketua prodi FH saat forkom di ruang sidang gedung 2 pada Senin(4/9).

Jajaran dekanat juga menjelaskan bahwa dispensasi yang diberikan adalah mahasiswa akan lolos DO di tahap 2 apabila telah menempuh 75 sks, IP minimal 2.0 dan mahasiswa yang tidak tembus skor 500 dalam TOEFL, dapat tembus DO tahap 2 jika sudah mengikuti TOEFL minimal dua kali.  Untuk dapat mengikuti sidang, mahasiswa yang belum mencapai skor TOEFL 500 baru dapat mengikuti sidang apabila telah mengikuti TOEFL minimal tiga kali.

Pada saat akan menghadapi yudisium, mahasiswa yang belum mencapai skor 500 dapat dispensasi mengikuti yudisum apabila telah mengikuti TOEFL sebanyak lima kali. Ijazah baru akan dapat diambil apabila mahasiswa yang belum mencapai skor 500 , minimal sudah mengikuti delapan kali TOEFL.

Budi  juga menjelaskan bahwa dekanat memiliki rencana untuk mewajibkan mahasiswa baru angkatan 2015 mengikuti TOEFL pada semester genap tahun 2016. “Dekanat akan memaksa mahasiswa secara baik untuk mendapatkan skor TOEFL 500, bukan hanya mengikuti 8 tahap TOEFL” tambahnya.

Dekanat saat ini sedang mengupayakan pengadaan TOEFL dari fakultas. Dekanat akan bekerja sama dengan pusat bahasa dalam pengadaan TOEFL di fakultas ini.

Penjelasan mengenai TOEFL dilaksanakan pada saat forkom berlangsung di ruang sidang gedung 2). Forkom diikuti oleh jajaran dekanat, perwakilan partai, himpunan, komunitas dan MPM.

KRISTIANA DEVINA

Related posts

*

*

Top