Diskusi “Pembangunan GSG” Bertumpu Pada 4 Bidang Ilmu

Diskusi (Vincent F.T - Media Parahyangan) Diskusi (Vincent F.T - Media Parahyangan)

STOPPRESS MP, UNPAR – Diskusi dengan tema “Pembangunan Gedung Serba Guna” difokuskan pada 4 bidang ilmu utama yang terdiri dari Hukum, Teknik Sipil, Arsitektur, dan Administrasi Publik. Empat bidang ilmu itu dianggap dapat memberikan kajian teknis yang relevan dengan permasalahan tersebut.

“Jadi kenapa harus 4 bidang ilmu itu? Karena dari sekian bidang ilmu, 4 bidang ilmu itu yang paling mewakili permasalahan yang ada,” ucap Joseph Marvin (Teknik Sipil 2011) selaku moderator dalam diskusi itu.

Dari keterangan yang diperoleh, penjelasan terkait keempat ilmu itu yakni, Ilmu Hukum untuk membahas dari sisi regulasi pembangunan, Ilmu Administrasi Publik untuk membahas kebijakan berikut cara menyampaikan ke masyarakat, Teknik Sipil untuk membahas teknis dan fisik bangunan serta Arsitektur untuk membahas estetika bangunan. Di samping itu, bidang ilmu Ekonomi kabarnya ingin disertakan, tetapi terhalang dengan tertutupnya transparansi dana pembangunan.

Diskusi tersebut juga difokuskan untuk mencapai solusi dari kajian ilmiah agar terukur dan teruji. “Kenapa kajian ilmiah? Agar kami punya dasar ketika ngomong sesuatu dan membiasakan mahasiwa bertanggung jawab buat ilmu yang dipelajarinya,” ucap Joseph.

Selama diskusi, peserta yang tidak termasuk perwakilan empat jurusan tidak dipersilakan untuk ikut memaparkan pandangannya, tetapi masih terbuka untuk bertanya. “Ini kan keilmuan dan tadi ada undangan yang datang atas nama lembaganya. Dia datang bukan karena keilmuannya jadi mereka hanya boleh bertanya agar tidak masuk kajian ilmu di luar itu,” ucap Richard Sianturi (Ilmu Hukum 2012) selaku salah satu pembicara dalam diskusi itu. Meskipun demikian, Richard menambahkan bahwa selanjutnya diskusi tersebut masih tetap terbuka bagi mahasiswa dari bidang ilmu lain.

Menurut Benedicta F. Simamora (Ilmu Hukum 2012) selaku perwakilan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), empat bidang ilmu itu mungkin ditujukan untuk mengerucutkan arah pembahasan. Namun, ia berharap bahwa pihak-pihak lain tidak hanya sekadar menonton, tetapi diperbolehkan untuk turut angkat bicara sehingga terjadi pertukaran dan pemerataan informasi sehingga solusinya tepat sasaran.

Diskusi lintas jurusan tersebut dilaksanakan di Student Center (SC) Teknik pada Rabu (16/9). Disamping itu, diskusi yang dipelopori Richard dan Joseph itu berlangsung dari 19.30 s/d 22.00.

VINCENT FABIAN THOMAS

Related posts

*

*

Top