Disebut Bukan Warga Asli, Warga Penolak Rumah Deret Tamansari: Silahkan Datang, dan Investigasi!

Beberapa Warga Penolak Pembangunan Rumah Deret Tamansari sedang Berkumpul sesaat sebelum konferensi pers. dok./MP

STOPPRESS, MP – Sambas Hadikin (58) salah seorang warga Penolak Rumah Deret Tamansari menampik pernyataan Akhir T Sukarya (46) dalam pemberitaan Tribun Jabar, yang mengatakan bahwa warga penolak pembangunan rumah deret disebut bukan warga asli dan tidak memiliki kartu identitas. Menanggapi hal itu, Sambas mempersilahkan agar dilakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran pernyataan itu.

“Saya asli orang sini (Tamansari) lahir tahun 1961 dan besar disini, jika perlu lihat akta kelahiran saya juga ada.” ujar Sambas ditengah konferensi pers Forum Juang Tamansari Bandung yang dilaksanakan di Masjid Al-Islam belakang Balubur Townsquare (Baltos) (11/02). Terkait pernyataan Akhir yang mengatakan bahwa warga penolak bukanlah warga asli Tamansari dan akan melakukan investigasi Sambas mengatakan siap untuk di investigasi “silahkan datang saja dan lihat sendiri,” ujarnya

Selain itu, Sambas yang merupakan mantan Ketua RW 11 Tamansari mengaku bahwa saudara Akhir merupakan mantan warganya yang terkena dampak dari pembangunan Jalan Layang Pasopati. “Akhir itu dulu warga sini yang terkena proyek Pasopati, setelah itu saya tidak tahu dia tinggal dimana dan kenapa dia masih mengaku warga sini,” jelasnya

Sejalan dengan pernyataan Sambas, Eva (47) yang juga termasuk dalam Warga Penolak Rumah Deret Tamansari juga mengatakan sangat siap untuk dilakukan proses investigasi guna membuktikan bahwa ia dan warga lainnya adalah warga asli, “karena dari pendamping kami (red. LBH Bandung) sudah kita kumpulkan identias tiap-tiap warga yang menolak ini,” jelasnya

Selain itu Eva juga mengaku tidak mengerti dan heran ketika ada Warga yang mengatakan kami (red. Warga Penolak) warga abal-abal. “padahal toh dia sendiri tahu siapa tetangganya, kenapa disebut abal-abal? Saya heran kenapa mereka bisa bertingkah seperti itu. Miris saya mendengarnya,” tambahnya

Statement 95% Warga Setuju Pembangunan Rumah Deret Tamansari Itu Pernyataan yang Salah

“Ada statement 95% warga setuju itu jelas salah besar,” Ujar Eva yang di wawancara setelah konferensi pers. Dalam siaran pers Forum Juang Tamansari Bandung  tertulis bahwa dari total 90 bangunan masih terdapat 26 bangunan (RT 5 : 11 bangunan, RT 6 : 10 bangunan dan, RT 7 : 5 bangunan) yang tidak sepakat dengan pembangunan Rumah Deret Tamansari.

Jika dijumlah dari jumlah penduduknya, terdapat 92 jiwa yang bertahan dari total 400 jiwa. Terlebih lagi Eva pun menjelaskan bahwa Warga Penolak ini bertambah lagi karena ada warga yang berubah pikiran setelah mengeluhkan penghitungan ganti rugi yang belum jelas.

Salah satunya adalah Tati Partiati (60) warga RT 06 RW 11 Tamansari yang sebelumnya setuju dengan uang ganti rugi 75% dari NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) kemudian menjadi tidak setuju lantaran dirinya kecewa dengan perhitungan yang tidak jelas. “Karena perhitungan (red. Ganti Rugi) tidak sesuai, sebelumnya janji 75% dari NJOP sekarang jadi 20%,” tambahnya ketika diwawancara seusai konferensi pers.

“Kita ini juga tidak punya pegangan hitam diatas putih, kembali lagi ke Rumah Deret Tamansari kan katanya gratis, tapi kita belum punya pegangan sama sekali,” ujarnya. Tati juga menjelaskan bahwa pada intinya dari sisi warga yang setuju pun belum ada kejelasan.

Dalam Siaran Pers Forum Juang Tamansari Bandung tersebut sebenarnya menjelaskan bahwa dengan berlangsungnya penolakan ini bukan persoalan berapa banyak yang sepakat dan tidak sepakat dengan pembangunan tersebut. Melainkan mengenai hak-hak warga yang tidak terpenuhi apabila pembagunan tetap dijalankan.

Saat ini Warga Penolak Pembangungan Rumah Deret Tamansari yang berkedudukan sebagai Penggugat di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) Bandung masih menunggu putusan pengadilan terkait gugatan warga Tamansari terhadap KTUN (Keputusan Tata Usaha Negara) Pemerintah Kota Bandung yang tertuang dalam SK DPKP3 Pemerintah Kota Bandung No. 538.2/1325A/DPKP3/2017 tentang Penetapan Kompensasi Bangunan, Mekanisme Relokasi dan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Deret Tamansari Tahun Anggaran 2017.

baca juga: (Siaran Pers Forum Juang Tamansari Bandung: Menolak Rumah Deret Mempertahankan Hak Atas Ruang Hidup yang Layak)

FIQIH R PURNAMA

Related posts

*

*

Top