Diskusi Medusa : Objektifikasi Perempuan Di Media Massa.

Diskusi Medusa di COOP SPACE membahas objektivikasi perempuan di media massa. Dok. MP/Denna Diskusi Medusa di COOP SPACE membahas objektivikasi perempuan di media massa. Dok. MP/Denna

STOPPRESS MP, UNPAR –Diskusi Medusa kembali diadakan dalam menyambut hari Perempuan Internasional. Acara diawali dengan pemutaran film Miss Representation bertemakan objektifikasi perempuan di media massa. Dalam diskusi itu ditekankan adanya kekeliruan yang diterima publik dari media sehingga terbentuk persepsi negatif terhadap perempuan.

“Media menempatkan representasi perempuan sebagai objek suatu komoditas tanpa memperlihatkan kualitas kepribadian yang baik maupun sepantasnya harga diri,” ujar Santi Indra Astuti selaku pembicara saat diskusi berlangsung pada Selasa (8/3) di Co-Op Space Unpar. “Karena perempuan memiliki nilai jual komersial tersendiri bagi media industri agar tercapainya rating yang sebanding dengan uang pemasukan,” tambahnya.

Menurutnya,  tiga permasalahan media pada dasarnya yaitu representasi, industri, dan konsumen. Agar stereotipe (Cap yang melekat pada seseorang) perempuan lebih berkualitas positif, berawal dari pola pikir masyarakat yang harus dirubah, dan memerlukan kekuatan smart-citizen.

Ia pun melanjutkan bahwa media  mengkonstruksi serta memanipulasi realita yang ada. Oleh karena itu, perlu adanya kepedulian dan kecerdasan masyarakat dalam merespon produk media. Namun, ia juga menambahkan bahwa di sisi lain media mempunyai tanggung jawab sosial sehingga publik diberikan hak apabila ingin menuntut media yang tayangannya dianggap membawa pesan yang negatif. Santi pun mencontohkan acara Smackdown yang rating acaranya menjadi rendah lalu diberhentikan dari chanel TV karena kekompakan masyarakat untuk menolak dengan berhenti menonton acara itu.

Diskusi Medusa digelar oleh Media Parahyangan bekerjasama dengan Komunitas Layar Tancap (KLTP) dan Kooperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM).

DENNA MEDINA | VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top