Dies FISIP Unpar ke-55 : Bersiap Memberi Manfaat Ke Masyarakat

Adelbertus Irawan membawakan orasio berjudul “Accelerated Globalization dan Human (In)Security: ‘Suatu Perenungan Terhadap Situasi Aktual di Indonesia’” Adelbertus Irawan membawakan orasio berjudul “Accelerated Globalization dan Human (In)Security: ‘Suatu Perenungan Terhadap Situasi Aktual di Indonesia’”

STOPPRESS MP, UNPAR – Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpar ke-55 menjadi tonggak untuk mulai bermanfaat keluar. Manfaat keluar yang dimaksud adalah tiap program studi di FISIP Unpar harus menjangkau masyarakat sesuai bidang keilmuannya.

“FISIP sudah 55 tahun sehingga sudah tidak lagi memikirkan diri sendiri tapi sudah harus bermanfaat ke luar. Artinya, harus benar-benar menjangkau masyarakat,” ucap Sapta Dwikardana selaku ketua pelaksana Dies Natalis FISIP Unpar ke-55 saat ditemui seusai acara di ruang audiovisual FISIP Unpar pada Kamis (18/8) lalu.

Menurut Sapta, di usia yang ke-55, FISIP Unpar sudah tergolong tua untuk mengurusi diri sendiri karena sebagai fakultas sudah tergolong “matang”. “Sekarang kita sudah punya reputasi, alumninya hebat-hebat. Jadi saatnya keluar,” ucapnya. Bertolak dari hal itu, Sapta yakin bahwa FISIP Unpar sudah mampu turut mengurai masalah bangsa Indonesia.

Hal senada juga dikatakan oleh Pius Sugeng selaku Dekan FISIP Unpar. Ia mengatakan bahwa sejarah yang telah dilalui FISIP Unpar selama 55 tahun akan menjadi dasar yang kuat untuk mulai berdampak keluar. “FISIP Unpar tidak lagi hanya eksis tapi harus berdampak pada masyarakat dan bangsa ini,” ucapnya.

Terkait dengan langkah konkrit, Pius Sugeng mengaku akan mulai dari membangun kualitas manusia. Mulai dari dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Menurutnya, semua akan mulai terdorong agar semakin peka terhadap isu-isu internasional yang sudah mengglobal. Ia pun memastikan agar dosen terlibat dalam aktivitas kelas serta merespon permintaan instansi maupun pemerintahan.

Selanjutnya, ia juga merencanakan kegiatan mahasiswa yang tidak hanya berfokus internal tapi dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat. Hal itu meliputi kajian-kajian seperti isu gender, keadilan, dan isu lainnya. “Kajian itu menjadi perhatian kita untuk ikut berkontribusi menyelesaikan masalah,” jelasnya.

Sebagai bagian dari acara, Adelbertus Irawan membawakan orasio berjudul “Accelerated Globalization dan Human (In)Security: ‘Suatu Perenungan Terhadap Situasi Aktual di Indonesia’”. Disamping itu, Dies Natalis FISIP Unpar ke-55 juga dilengkapi dengan pemutaran video sejarah FISIP Unpar, video profil FISIP Unpar, serta pengumuman pemenang lomba foto berikut pengumuman mahasiswa berprestasi. Acara yang bertepatan dengan 11 lustrum itu juga dihadiri oleh Isidorus Sihotang (Alumni Angkatan Pertama Sosial Politik Unpar tahun 61-70) dan Ketua Pengurus Ikatan Alumni FISIP Unpar.

VINCENT FABIAN

Related posts

*

*

Top