Diduga Tewas, Whatsapp Rudiyanto Masih Membalas Saat Dikontak Temannya

STOPPRESS MP, UNPAR – Mayat dengan luka bakar di sekujur tubuh yang diduga alumnus Unpar, Rudiyanto, ditemukan di kamar kos Jl. Rancabentang 2 no. 1 Kelurahan Ciumbuleuit kecamatan Cidadap pada hari Sabtu, 2 Agustus 2014, pukul 09.00 WIB. Karena kondisi mayat yang sulit diidentifikasi, beberapa teman Rudi sempat mencoba menghubunginya lewat Whatsapp dan mendapat balasan dari Rudi.

Gue masih komunikasi sama Rudi sekitar jam 11 siang,” ujar Kiki Rezkiani salah satu teman Rudi yang ditemui MP di Polsekta Cidadap usai memberikan keterangan pada polisi, Sabtu (02/08). Setelah mendengar kabar tentang Rudi, Kiki langsung mencoba menghubunginya. “Gue kaget dia bales,” ujar alumnus Administrasi Publik Unpar angkatan 2009 ini.

Gue nge-whatsapp dia kalau gue dapat kabar katanya Kokoh (sapaan akrab Rudyanto.red) meninggal. Dia malah bilang, emangnya kenapa sih kalau gue yang mati?, dan dia bilang gitu juga ke temen-temen yang lain” ucap Kiki.

Tapi Kiki menemukan adanya kejanggalan dari balasan Whatsapp tersebut. Menurutnya dari gaya bicara tidak mengindikasikan bahwa orang itu adalah Rudi. “Dia (orang yang membalas Whatsapp.red) kayak berbelit-belit. Gue dan Rudi temen baik, jadi tahu banget cara ngomong dia lewat Whatsapp. Biasanya balas cuek, sekarang kaya aktif dan dari cara ngomongnya bukan Rudy banget,” katanya.

Sementara itu, Lala yang juga teman Rudi mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui apakah mayat tersebut Rudi atau bukan. “Semakin banyak berita semakin sulit, karena kan handphone-nya juga hilang,” kata Lala yang juga ditemui saat berada di Polsekta Cidadap. “Kita belum tahu itu bunuh diri, kecelakaan atau gimana.” Lala sendiri mengaku terakhir melakukan kontak dengan Rudiyanto sekitar 2 hari yang lalu.

Saat dihubungi via telepon Minggu (3/8), Kepala Unit Reskrim Polsek Cidadap AKP Syahroni mengatakan pihak kepolisian bagian IT sedang berusaha melacak keberadaan telepon genggam milik Rudi. “Tapi masih dalam proses karena kondisi handphone-nya yang aktif-nonaktif,” kata Syahroni.

Berdasarkan keterangan Syahroni, penyebab kematian masih belum diketahui karena sulitnya identifikasi forensik yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Diketahui bahwa telepon genggam, dompet dan laptop milik Rudyanto telah hilang, akan tetapi telepon genggamnya masih aktif hingga Sabtu pukul 18:00 WIB. (Ditemukan Mayat Dengan Luka Bakar di Sekujur Tubuh, Diduga Alumnus Unpar)

RIGINA HANDAYANI

Related posts

*

*

Top