Dialog Kepemudaan, Aksi Nyata Pemuda untuk Perubahan

Suasana Dialog Kepemudaan di Gedung Pasca Sarjana, Selasa (27/10). dok. PM Unpar Suasana Dialog Kepemudaan di Gedung Pasca Sarjana, Selasa (27/10). dok. PM Unpar

STOPPRESS MP, UNPAR – Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) melaksanakan dalog dengan tema kepemudaan yang diberi nama “Dialog Kepemudaan” pada Selasa (27/10). Acara yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Unpar ini merupakan salah satu dari rangkaian dari acara Peringatan Sumpah Pemuda (PERSADA) 2015. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran akan peran pemuda dan agar pemuda tidak hanya mengkritik, tapi bisa memberi seolusi atas persoalan bangsa. 

“Kita bikin dialog kepemudaan, kita mau kasih bukti jika pemuda itu tidak hanya bisa menuntut atau melakukan demostrasi terhadap kinerja pemerintah saja namun pemuda juga bisa melakukan sesuatu untuk memberikan solusi nyata atas persoalan bangsa ini,” ujar Dea Christy (Hubungan Internasional 2012), selaku ketua PERSADA ketika ditemui di Gedung Pasca Sarjana Unpar.

“Diskusinya sangat menarik, dari diskusi ini kita bisa membangkitkan kesadaran mahasiswa untuk lebih peduli pada persoalan-persoalan bangsa, mengingat kita terbentuk dari satu identitas yang sama yaitu bangsa Indonesia,” ungkap Dearena, selaku perwakilan BEM Universitas Advent Indonesia saat dimintai pendapat mengenai pelaksanaan acara.

Namun, kurangnya jumlah peserta yang hadir sangat disayangkan oleh para tamu undangan. “Hal yang perlu ditingkatkan mungkin dari jumlah pesertanya, mengenai sistem, dekorasi, dan konten acara sudah sangat baik,” Hana Hayatulfattah selaku perwakilan BEM Universitas Islam Bandung ketika di wawancara di sela waktu istirahat.

Hasil diskusi kemudian ditandatangani oleh perwakilan BEM dari masing-masing perguruan tinggi. Pada 28 Oktober 2015, hasil diskusi akan diserahkan pada Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dalam kegiatan Gerakan Sosial yang juga masih merupakan rangkaian acara PERSADA. Diskusi Kepemudaan ini juga mengundang perwakilan BEM dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia diantaranya Universitas Advent Indonesia, Universitas Sanga Buana YPKP, Universitas Nurtanio,Universitas Islam Bandung, ITB, Universitas Bandung Raya, Politeknik Kementerian Kesehatan Bandung dan Universitas Widyatama. Diskusi ini juga turut mengundang Perwakilan Organisasi Kepemudaan seperti PMKRI (Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

AGNES QANIA | ZICO SITORUS

Related posts

*

*

Top