Delegasi UNPAR Raih Penghargaan pada PNMHII XVII

Delegasi UNPAR meraih penghargaan Best Paper pada Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII)  XXVII yang diselenggarakan di Universitas Budi Luhur, Jakarta, 8-12 November 2016. Dok/ Peserta Delegasi UNPAR meraih penghargaan Best Paper pada Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII) XXVII yang diselenggarakan di Universitas Budi Luhur, Jakarta, 8-12 November 2016. Dok/ Peserta

STOPPRESS MP, Unpar – Delegasi UNPAR meraih penghargaan Best Paper pada Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (PNMHII)  XXVII yang diselenggarakan di Universitas Budi Luhur, Jakarta, 8-12 November 2016 lalu.

Delegasi UNPAR meraih kategori Best Paper chamber 2 pada perlombaan diskusi ilmiah. Perwakilan UNPAR untuk PNMHII ini terdiri dari Agatha Lydia (HI 2014), Antonius Reynaldo (HI 2014), Ari Budi Santosa (2014), Bella Dominica (HI 2014), Catharina Dheani (HI 2014), Isabella Revina (HI 2015), Nathaya Mahasadhu (HI 2014), dan Stefanie Winarko (HI 2015).

Pada perlombaan diskusi ilmiah yang diikuti oleh Ari Budi dan Nathaya, delegasi UNPAR menulis paper mengenai konflik Laut Tiongkok Selatan dan membawa rekomendasi untuk Indonesia dalam masalah yang bersangkutan. Paper ini juga dipuji oleh juri atas orisinalitas substansi paper tersebut, dimana terdapat teori – teori yang sebelumnya belum diketahui banyak orang.

I believe it’s in their originality, itu pun bukan kata – kata aku, aku dapet dari kata – kata juri. Delegasi UNPAR setelah itu didatangi oleh para juri, mereka mengatakan senang dengan orisinalitas paper yang dikasih, karena kita menggunakan teori yang belum pernah didengar orang – orang.” ujar Isabella Revina, selaku kepala delegasi UNPAR untuk PNMHII XVII yang ditemui di Audio Visual FISIP pada Kamis lalu (15/11).

Selain itu, mahasiswa HI 2015 yang akrab disapa Bella ini juga mengungkapkan rekomendasi yang diajukan delegasi UNPAR pada paper ini sangat mendetil, dimana UNPAR merekomendasikan Indonesia untuk menjadi Entrepreneurial and Intelectual Leader dalam ASEAN.

Delegasi UNPAR memulai persiapan untuk PNMHII XVII sejak bulan Agustus lalu dengan dibukanya pendaftaran untuk angkatan HI 2016,2015, dan 2014. Kemudian para pendaftar yang terpilih mengikuti latihan sebanyak seminggu sekali, dan saat mendekati hari-H, frekuensi latihan meningkat hingga setiap hari.

Selain itu, dosen dan alumni PNMHII juga kerap membantu delegasi UNPAR dalam persiapan, terutama bagi alumni yang telah berkarir di DPR atau Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). “Alumni UNPAR yang mengikuti PNMHII sudah cukup established, sampai ada alumni yang di DPR dan Kemenlu. Kita bisa kontak mereka dan bertanya berbagai hal, terutama mengenai rekomendasi kebijakan yang berhubungan dengan Kemenlu.” lanjut Bella.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, PNMHII juga mengadakan latihan terbuka yang disaksikan oleh masyarakat HI UNPAR. Bella menyakini latihan terbuka ini berpengaruh terhadap performa delegasi UNPAR, dimana pada latihan terbuka ini banyak masukan dan sudut pandang terutama dari dosen yang sebelumnya belum pernah melihat delegasi tampil.

PNMHII merupakan pertemuan tahunan mahasiswa hubungan internasional se-Indonesia. Terdapat beberapa perlombaan seperti Joint Statement Forum, Short Diplomatic Course, dan Diskusi Ilmiah. Selain itu, terdapat pula acara utama seperti sidang forum untuk membahas program Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) selaku penyelenggara acara, dan seminar nasional yang mengundang berbagai keynote speakers.

MIFTAHUL CHOIR | TANYA LEE

Related posts

*

*

Top