Debat MPM FISIP: Ketiga Calon Sudah Sepemikiran

Sumber: unpar.ac.id Sumber: unpar.ac.id

STOPPRESS MP, UNPAR – Kamis, 23 April 2015 kemarin, diadakan Debat Calon MPM FISIP periode 2015-2016, berlangsung di ruang Audio Visual gedung 3. Ketiga orang calon MPM yang berasal dari Program Studi Hubungan Internasional sebagai perwaklian FISIP berusaha menunjukan kualitas mereka.

Acara dibuka dengan memberikan kesempatan pada ketiga calon MPM untuk memaparkan visi dan misi mereka. Dimulai dari nomor urut satu yaitu Fransisca Mutiara Anissa, dilanjutkan dengan nomor urut 2 dan 3, yaitu Frans Jediza dan Claudia Adistis Putri. Selanjutnya ini dibagi tiga sesi tanya jawab. Sesi pertama pertanyaan dari MPM, sesi kedua pertanyaan dari kahim, dan sesi ketiga pertanyaan dari penonton yang hadir. Menurut Adis, calon nomor urut 3, ketiganya sebenarnya cukup sepemikiran dan jawaban-jawabannya tidak jauh berbeda. “Kita bertiga solid banget sih, makanya pemikirannya agak-agak mirip,” ujarnya.

Margaretha Savitri, mahasiswi Administrasi Bisnis 2012, selaku ketua KPU FISIP, menjelaskan tujuan diadakannya debat ini. Tujuan paling mendasar adalah agar masyarakat FISIP mengetahui seberapa tinggi kualitas para calon MPM, visi misi mereka, serta tujuan mereka sebagai MPM. Retha, panggilan akrabnya, mengaku antusiasme dari masyarakat FISIP yang hadir pada debat ini kurang ramai, apabila dibandingkan dengan jumlah masyarakat FISIP.  Meskipun begitu, kehadiran dari beberapa mahasiswa dari angkatan 2012, 2013, dan 2014, menurutnya sudah cukup mewakili masyarakat FISIP.

“Oh , biasanya kalo sepi gini, pertama, ketidaktertarikan masyarakat fisip terhadap MPM, beda pas lagi cakahim. Karena cakahim kan lebih menjurus ke HI, Bisnis, Publik. Kalo MPM ini calonnya cuma dari HI,” jelas Retha saat ditanya pendapatnya mengenai alasan kurangnya antusias masyarakat FISIP. Menurutnya lagi, debat ini sebenarnya berbentuk seperti tanya jawab karena calon-calon MPM pada akhirnya akan bekerja sama satu sama lain, berbeda dengan calon-calon ketua himpunan yang memang bersaing satu sama lain.

Salah satu mahasiswi yang hadir adalah Karina Pratiwi (HI 2013). Menurut Karina, acara ini berlangsung damai dan para calon saling mendukung satu sama lain. Para calon juga bisa memaparkan jawaban dengan baik.“Iya, mereka juga prepare banget, bisa ngejawab pertanyaan-pertanyaan dengan cukup lancar sih,” tambahnya.

KATYA PRIJANKA

Related posts

One Comment;

  1. Albert said:

    Kalau satu pemikiran namanya bukan demokrasi! Memangnya ini tim sepakbola harus solid segala!

*

*

Top