Debat Capresma PUPM Unpar 2010: Tak Bergigi di Fase Kunci

Stoppress (22 April  2010) Bandung – Debat Capres-Cawapres PUPM telah digelar pada Selasa (20/4) kemarin. Dianggap belum maksimal dan Cuma jadi sarana umbar janji

MC minta waktu sementara seorang petugas KPU membawa satu lembar kertas tersegel rapi. “Maaf sebelumnya, karena tema debat benar-benar rahasia, maka hanya bisa dibuka pada waktu debat”, ujar MC pada audience yang memenuhi GSG (Gedung Serba Guna) pada Selasa (20/4) kemarin.

Kertas yang disegel itu kemudian diserahkan kepada tiga panelis. Selang beberapa menit, Ketiga panelis – terdiri dari Sentra (MPM) ; Annisa Pagih (Wapres-LKM) ; dan Sani (Arsitektur) – buka suara, “ Baik, topik debat kali ini adalah..” Diatas podium panggung, kedua orang yang menjadi pusat perhatian tampak tegang, mereka adalah Hans dan Yopi. Kedua calon Presma dalam fase krusial yang juga pertanda PUPM hampir mencapai klimaksnya, fase debat.

Debat PUPM 2010 yang dimulai pada pukul 11:30 ini segera dibuka oleh sesi  mengenai visi misi dan konsep LKM masing-masing kandidat.

Pasangan Hans (Teknik Sipil 07) dan Tanius (Hukum 07) segera mengedepankan permasalahan organisasi-organisasi Unpar yang seringkali berjalan sendiri-sendiri, menyebabkan interaksi dan komunikasi diantara sekian banyak organisasi tidak berjalan optimal. Ia kemudian menjanjikan LKM yang bisa menjadi pusat dan sanggup mengkoordinir setiap himpunan dan UKM.

Yopi (Hubungan Internasional 07) dan Giovanni Kalangie (Hukum 07) mengusung visi “ Menerapkan & mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusan” dan misi untuk “ Menjunjung tinggi demokrasi ”. Ia berharap – dengan slogannya yang berulang kali diutarakan dalam orasi dan debat – akan menjadi  pelopor transparansi kegiatan dan informasi.

Sesi debat kemudian dilanjutkan berturut-turut oleh pembahasan kedua topik debat mengenai Profesionalisme dan UKM sebagai wadah minat dan bakat. Kedua tema yang telah intens dirapatkan sebelumnya oleh koordinasi antara KPU dan MPM.

Audience pun mendapatkan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kepada kedua pasangan Capres-Cawapres.

Debat PUPM adalah sesuatu yang hampir tak bisa dilewatkan di setiap rangkaian PUPM sebagai sarana pemilihan wakil-wakil mahasiswa. “ Ini adalah sarana untuk memperkenalkan setiap kandidat secara lebih detail” tutur Theo, Ketua KPU PUPM 2010.

Meski begitu, banyak yang beranggapan bahwa debat kali ini belum maksimal sebagai “Sarana perkenalan kandidat”, Salah satu penanya dari audience, misalnya, sempat mengeluhkan calon yang lebih sering mengumbar visi belaka, tanpa rencana implementasi. “Kita butuh bukti nyata ! “ Serunya kepada para pasangan di podium.

“Jelas-jelas tidak menyentuh struktur” Keluh Eko (Hukum 07) salah satu penonton ketika dimintai pendapatnya perihal debat PUPM. “ Misalnya, persoalan legislatif-yudikatif (MPM) yang masih nyatu, malah tidak dibahas, ini kontradiktif berkenaan dengan visi (masing-masing kandidat) yang katanya demokrasi”

Ia menambahkan bahwa debat yang berlangsung kemudian hanya menjadi monolog masing-masing kandidat, bukan pertarungan konsep “ Tidak ada komunikasi bebas disana”

Yopi, salah satu kandidat, tak menyangkal hal tersebut. Meski ia menyebutkan masalah waktu (Kedua kandidat mendapat jatah waktu menjawab 1 menit, maksimal 2 menit) sebagai kendala terbesar, “Untuk maparin jawaban secara panjang lebar ga bisa jadinya”.

Salah satu sumber SP menjelaskan bahwa audience pun menjadi salah satu faktor “mandul”nya debat kali ini, “ Kebanyakan yang datang tim sukses masing-masing..”. Ini mengakibatkan pertanyaan yang hadir pun kebanyakan bertujuan menjatuhkan lawan, bukan untuk menggali jawaban perihal persoalan yang substansial.

Ini pun diamini Eko, “ Sebab mayoritas audience pun telah terkooptasi, dibutuhkan audience yang bukan bagian pendukung”

Jam di GSG menunjukkan pukul 13:50, dan MC mempersilahkan kedua pasangan untuk mengucapkan pernyataan terakhir. “ Yang menang pasti yang terbaik” kata Yopi.

“Siapa lagi yang bisa memulai pergerakan selain kita sendiri ?” Hans berseru tak kalah lantang. Keduanya pun eksit, disambut sahut-sahutan riuh para pendukungnya.

Desas desus segera merebak, ada yang bilang Hans memenangkan debat kali ini, namun tak sedikit yang menjagokan Yopi. “ Eh, udah kelar ya? “ salah seorang penonton di kursi nampak kebingungan, rupanya ia sempat tertidur ketika debat tadi. (Mirza Fahmi)

Related posts

*

*

Top