Debat Cakahim TI: Mahasiswa Pertanyakan Fungsi Himpunan

logo Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri. dok./HMPSTI

STOPPRESS, MP – Pada debat Calon Ketua Himpunan Program Studi yang diselenggarakan oleh HMPSTI 2017/2018 Senin (16/4) lalu, Vania Edra, Shania Surya, Dimas Adrianto, Mathew Samtani, calon ketua himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri menjawab pertanyaan seorang audiens mengenai fungsi himpunan dan mempertanyakan apa yang sebenarnya diperjuangkan para calon sebagai ketua himpunan nantinya.

“Kalian ini sebenarnya memperjuangkan apa? Dari tadi yang dijelaskan hanya program kerja kalian, sedangkan apa yang ingin kalian perjuangkan untuk mahasiswa belum jelas tersampaikan. Anda dipilih oleh mahasiswa, tetapi Anda tidak menjawab apa yang ingin Anda perjuangkan untuk mahasiswa TI.”  ujar Vincent Fabian Thomas, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2014.

Keempat calon memiliki pendapatnya masing-masing soal hal ini, namun ada satu hal yang mereka setujui. Yaitu, hal yang harus diperjuangkan oleh himpunan adalah perkembangan mahasiswanya, dan himpunan sebagai salah satu wadah untuk mengembangkan mahasiswanya.

Menurut, calon nomor urut satu, Vania Edra, untuk mengembangkan mahasiswa, wadah dari mahasiswa itu (HMPSTI) juga harus berkembang. Dirinya mengatakan bahwa hal tersebut bisa dicapai dengan memfokuskan pengaplikasian ilmu Teknik Industri dalam dunia nyata. Ini akan membuat tidak hanya masyarakat Teknik Industri UNPAR yang bisa melihat kualitas HMPSTI, tetapi juga orang luar.

“Untuk mengoptimalkan perkembangan mahasiswa maka wadah tersebut juga harus berkembang. Yang menjadi fokus saya adalah pengaplikasian ilmu TI. Untuk ke depannya, tidak hanya masyarakat TI, tetapi masyarakat lainnya juga akan mengakui HMPSTI.” ujar Vania Edra.

Sedangkan Shania Surya, calon nomor urut dua, menjelaskan bahwa himpunan ada untuk mewadahi mahasiswa dalam bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan mahasiswa dapat dicapai dengan adanya perkembangan himpunannya terlebih dahulu.

“Hal yang akan saya jamin untuk perkembangan himpunan adalah dengan memastikan setiap mahasiswa dan sistem yang dibawa himpunan terus berkembang, sehingga pada akhirnya partisipasi mahasiswa turut membangun perkembangan himpunan dan mahasiswa.” Ujar Shania Surya

Dimas Adrianto, calon nomor urut 3, menjelaskan bahwa hal yang ingin dirinya perjuangkan adalah mahasiswanya itu sendiri. Menurut dirinya, himpunan yang ada bukan hanya untuk aktivis saja, tetapi wadah bagi semua masyarakatnya. Hal ini dilakukan dengan memperjuangkan ide dan aspirasi mahasiswa.

“Hal yang saya perjuangkan adalah mahasiswa sendiri. Himpunan yang dimiliki tidak hanya untuk aktivis saja, tetapi mewadahi seluruh masyarakatnya. Saya akan memperjuangkan ide dan aspirasi mereka yang akan membuat himpunan ini dimiliki oleh mahasiswanya.” ujar Dimas Adrianto

Sedangkan, calon nomor urut 4, Mathew Samtani ingin memperjuangkan kesejahteraan mahasiswa Teknik Industri dengan memenuhi kebutuhan mereka di masa kini dan masa depan. Dirinya memberikan sebuah cara penyelesaian masalah melalui A3 problem solving dan Cancas Midel sebagai bekal ketika lulus nanti. Menurut dirinya, ini bisa menjadi wadah untuk skill yang dibutuhkan sebagai sarjana Teknik Industri.

“Yang kita perjuangkan adalah kesejahteraan mahasiswa Teknik Industri dengan memenuhi kebutuhan mereka di masa kini dan masa depan. Untuk masa kini, aspirasi mereka akan kita tampung, dan dengan A3 Problem Solving dan Cancas Midel dapat menjadi wadah sebagai skill yang akan mereka butuhkan sebagai sarjana Teknik Industri.” ujar Mathew Samtani.

Debat internal cakahim TI yang dilaksanakan dalam menyambut pemilu pada tanggal 23 dan 24 April 2018 nanti berlangsung kurang lebih hampir 6 jam hingga pukul 00.00 WIB di saung HMPSTI. Debat ini terdiri dari empat sesi, antara lain: sesi visi misi, struktur organisasi dan program kerja, studi kasus, dan pertanyaan dari para penonton.

BRENDA CYNTHIA ATMADJA | MATTHEW ADITH | NISA H A

Related posts

One Comment;

*

*

Top